BIBIT SINGKONG MUHAMMADIYAH DIMULAI FEBRUARI 2018

0
84

YOGYA – Salah satu karya besar Muhammadiyah yang berhubungan dengan petani singkong akan dilaunching pada Februari 2018. Yaitu, pengadaan bibit singkong Muhammadiyah seluas 2.000 hektar di wilayan Kecamatan Saptosari, Gunungkidul.

Latar belakang program tersebut adalah masih terbelakangnya tanaman singkong dan pemanfaatannya. Bahkan, singkong selalu diidentikkan dengan masyarakat terbelakang, kurang mampu.

“Harus diakui bahwa selama ini petani singkong masih melanjutkan tradisi yang turun temurun dalam menanam singkong. Bibit seadanya, kemudian dipotong sekadarnya, dan ditanam kembali. Ini problem serius,” papar Dwi Kuswantoro, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PWM DIY di sela Rakor Majelis dan Lembaga di lingkungan PWM DIY, Ahad 28 Januari 2018.

Luas lahan singkong di wilayah Gunungkidul saat ini mencapai angka 64.000 hektar. Kuantitas produksi juga tidak menggembirakan. Karena itu sebagian besar petani singkong, khususnya di Gunungkidul, termasuk kelompok masyarakat tidak mampu.

Dengan adanya kebun bibit singkong Muhammadiyah tersebut diharapkan mampu mengangkat harkat dan martabat singkong serta petaninya. “Muhammadiyah akan memelopori sebagai lembaga yang konsen kepada singkong dan nasib petaninya,” kata Dwi Kuswantoro. (heru)