UNIK, MENARIK, DAN KREATIF PROKER PWM DIY

0
57

YOGYA – Selama sehari pada Ahad 28 Januari 2018 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY mengadakan Rapat Koordinasi Majelis/Lembaga di lingkungannya. Bertempat di Aula Gedung PWM DIY di Jalan Gedongkuning Yogya rakor diikuti perwakilan seluruh majelis dan lembaga. Totalnya ada 12 majelis dan 7 lembaga.

Sebanyak 12 majelis adalah Tabligh, Tarjih dan Tajdid, Pemberdayaan Masyarakat, Dikdasmen, Pelayanan Sosial, Pendidikan Kader, Hukum dan HAM, Pembina Kesehatan Umum, Ekonomi dan Kewirausahaan, Pustaka dan Informasi, Wakaf dan Kehartabendaan, serta Majelis Lingkungan Hidup.

Sedangkan 7 lembaga adalah Pengembangan Pesantren, Penanggulangan Bencana, Zakat Infaq dan Shadaqah, Seni dan Budaya, Pengembangan Cabang dan Ranting, Pembina dan Pengawas Keuangan, serta Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik.

Seluruh majelis dan lembaga menyampaikan laporan serta rencana program 2018. Lembaga Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Lazismu) misalnya menyebut perolehan ZIS tahun 2017 mencapai Rp 3,3 milyar, naik berlipat dibandingkan tahun 2016 yang baru mencapai Rp 595,9 juta. Target tahun 2018 Rp 10 milyar.

“Kami menargetkan terbentuk 1.000 Kantor Layanan sampai tahun 2020. Untuk 2018 ini ditargetkan terbentuk 475 Kantor Layanan,” papar Cahyono, Ketua Lazismu DIY.

Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) melaporkan perkembangan jumlah cabang dan ranting di seluruh DIY. Jumlah cabang sebanyak 105 atau 105 persen dibandingkan jumlah kecamatan yang hanya 78. Sedangkan jumlah ranting ada 598 atau 136 persen dibandingkan jumlah desa yang baru 438. Belakangan muncul ide untuk mengembangkan ranting berbasis komunitas atau perumahan.

Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) selain melaporkan program-program yang sudah dilaksanakan, juga menyampaikan rencana program untuk tahun 2018 antara penerbitan buku saku dan pengembangan website. “Upaya pengembangan website sudah berhasil kami lakukan. Sekarang bisa diklik website kita di www.mediamu.id. Ini adalah pengembangan dari website sebelumnya suryamataram,” kata Robby H Abror, Ketua MPI.

Rencana program majelis dan lembaga lain tidak kalah menarik, unik, dan kreatif. Tak kalah menarik adalah penekanan yang disampaikan Eko Wuryanto dari Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) dan Isnawan (unsur PWM). Keduanya menyebut bahwa sinergitas antara majelis dan lembaga harus dilakukan untuk menjalankan program yang memang sudah menarik.

“Jangan sampai majelis dan lembaga jalan sendiri-sendiri, padahal kita sama-sama berjalan atas nama PWM DIY,” tegas Eko. (her)