LAZISMU DIY ADAKAN SEKOLAH AMIL

0
18

YOGYAKARTA — Lazismu Pusat jadikan Lazismu Banyumas sebagai salah satu sampel audit keuangannya. Audit ini dilakukan untuk mengontrol kantor layanan Lazismu di daerah.

Dengan adanya audit seperti ini, manajemen dan sistem pelaporan di Lazismu akan menjadi lebih baik. Kegiatan audit seperti ini akan bisa menghasilkan pola pelaporan yang tepat, transparan dan akuntabel. Memang harus ada standar pelaporan yang baik di Lazismu.

Hal itu dikatakan Sabar Waluyo, SE, Manajer Lazismu Banyumas, Jawa Tengah, di depan 90 orang peserta “Sekolah Amil” tahap kedua utusan Lazismu se-DIY di aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Jl Gedongkuning Yogyakarta, Sabtu (17/2/2018).

Ketika sampaikan materi standarisasi operasional kantor dan standarisasi sistem keuangan kantor Lazismu, Sabar Waluyo, SE mengatakan, sekarang ini kita punya banyak rekanan di bidang zakat. “Untuk itu perlu disiapkan segala sesuatunya,” kata Sabar, didampingi Jefree Fahana (Sekretaris Lazismu DIY).

Sabar menjelaskan, segala sesuatu harus dipertanggungjawabkan melalui laporan yang akuntabel. “Mengurus zakat tidak semudah yang kita pikirkan dan sebisa mungkin aset Muhammadiyah dimunculkan dalam angka,” kata Sabar.

Disampaikan Jefree, Lazismu DIY kini semakin menggeliat. Dan, pergerakannya sangat luar biasa didukung daerah-daerah lain dengan 200 kantor layanan. “Kami berupaya mengambil peran di masyarakat,” tandas Jefree.

Menurut Jefree, Lazismu DIY akan menyusun SOP terkait dengan kantor layanan. Untuk itu, akan dibentuk tim perwakilan wilayah dan daerah untuk membuat SOP terstandar di DIY.

Ditambahkan Sabar Waluyo, hasil audit ini bisa membuat Lazismu lebih cepat mencapai visinya sebagai lembaga amil zakat yang terpercaya. “Pengelolaan keuangan Lazismu harus profesional dan transparan,” tandasnya.

Dengan laporan yang sudah cukup dibilang rapi dan sesuai dengan aturan pusat, tidak ditemukan kejanggalan pada saat audit berlangsung. Dan, Lazismu Banyumas sudah cukup auditable.

Hal ini dilakukan untuk monitoring dan evaluasi atas kinerja pelaporan. “Ke depannya, seluruh kantor perwakilan daerah harus memenuhi standar pelaporan yang baik,” terang Sabar.

Kiprahnya di dunia perzakatan terbilang masih muda, namun geliatnya belakangan ini semakin diperhitungkan. Makanya Lazismu Banyumas, Jawa Tengah, menerima Lazismu Award dalam acara Outlook Zakat 2017 yang diselenggarakan Lazismu Pusat di Aryaduta Hotel, Jakarta (12/1/2017).

Penganugerahan ini diberikan atas prestasinya sebagai kantor Lazismu dengan kategori terbaik dalam bidang penghimpunan, pendayagunaan, manajemen dan pelaporan.

Bagi Jefree, keberadaan Lazismu telah memberikan dampak dan manfaat kepada umat. “Sesuatu yang membanggakan dan sekaligus akan menumbuhkan rasa percaya diri,” kata Jefree yang berharap mudah-mudahan seluruh Lazismu di DIY dapat meningkatkan kinerja dan profesionalitas serta amanah.

Segala hal yang dilakukan, menurut Jefree, telah dicatat dan dilaporkan. “Ini adalah upaya yang terus kita lakukan sesuai kaidah dan prosedur yang ada,” pungkas Jefree. (Affan)