KEMENLU RI BERSINERGI DENGAN AISYIYAH

0
51

YOGYAKARTA — Pendidikan akan membawa perempuan sebagai agen perubahan. Topik inilah yang didiskusikan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, bersama Duta Besar RI untuk Inggris, Rizal Sukma, di kediaman Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, Minggu (18/2/2018) malam.

Pada acara yang dihadiri jajaran Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Retno membicarakan sinergi yang bisa dilakukan antara Kementrian Luar Negeri RI dengan ‘Aisyiyah. “Dalam upaya mendukung perdamaian dunia salah satunya melalui pendidikan bagi perempuan dan anak-anak di Afghanistan dan Mindanao, Filipina Selatan,” kata Retno Marsudi.

Dalam ranah konflik perempuan, menurut Retno, biasanya tidak mendapat akses. “Termasuk untuk pendidikan,” ujar Retno yang menambahkan hal itu akan menjadi hambatan bagi perempuan untuk memasukkan nilai-nilai kepada keluarganya seperti nilai toleransi dan nilai perdamaian.

Bagi Retno, ibu sesungguhnya adalah tiang bagi keluarga. “Karena pendidikan dasar dan nilai-nilai semua ada di ibu,” tandas Retno.

Oleh karena itu, Retno mengajak ‘Aisyiyah untuk berperan dalam misi perdamaian ini. Terlebih ibu negara Afghanistan memiliki semangat yang tinggi untuk penanganan konflik. “Karena bagaimanapun perempuan dan anak-anak selalu menjadi korban,” papar Retno.

Ibu Negara Afghanistan, menurut Retno, ingin sekali bekerjasama dengan organisasi muslim perempuan Indonesia. “Untuk melihat bagaimana organisasi perempuan memiliki kontribusi bagi perdamaian,” kata Retno.

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, menyambut baik ajakan Menteri Luar Negeri RI. “Dan ‘Aisyiyah bisa berperan untuk pendidikan bagi perempuan dan juga kurikulum bagi para guru serta murid,” kata Noordjannah yang menerangkan ‘Aisyiyah memiliki sekolah-sekolah berasrama yang siap menerima mereka jika diperlukan.

Pada kesempatan itu, Noordjannah menyetujui bahwa angka kekerasan terhadap perempuan dan anak selalu tinggi. “Terutama di lokasi konflik. Oleh karena itu ‘Aisyiyah siap berperan dalam kerjasama bilateral ini,” tegas Noordjannah.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan diselingi makan malam itu, Retno mengajak ‘Aisyiyah berpartisipasi dalam Dewan Ekonomi Sosial/Economic and Social Council (ECOSOC), yang merupakan badan PBB yang khusus memperhatikan masalah ekonomi dan sosial.

Retno juga menyampaikan bahwa ‘Aisyiyah memiliki potensi dalam mendukung perdamaian dunia. “Aset ‘Aisyiyah adalah membawa gerakan Islam berkemajuan dan ‘Aisyiyah adalah gerakan perempuan,” jelas Retno. (Affan)