BIBIT BERKUALITAS, MASALAH UTAMA BUDIDAYA SINGKONG DI GUNUNGKIDUL

0
57

GUNUNG KIDUL – kabupaten ini merupakan salah satu kabupaten penyangga pangan yang ada di provinsi DIY. Oleh karena itu produktivitas tanaman pangan perlu terus di tingkatkan dengan intensifikasi karena semakin berkurangnya lahan baku akibat alih fungsi. Selama dua tahun terakhir beberapa komoditas pangan yang umum di tanaman masyarakat di Gunungkidul mengalami penurunan produksi. Salah satunya adalah singkong. Menurut BPS 2017 luas panen singkong di Gunungkidul sebesar 48.154 ha sedangkan pada tahun sebelumnya sebesar 50.415 dengan produktivitas sebesar 154.05 Kw/ha. Sementara Produktivitas ketela pohon di daerah lain bisa mencapai 300 – 400 kw/ha. Salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas ketela pohon di Gunungkidul yakni pola budidaya dan rendahnya kualitas bibit yang digunakan.

Berdasarkan keprihatinan ini, MPM PWM DIY pada hari ini (Rabu 21 Februari) melaunching Kebun Bibit Singkong Unggulan di Kabupaten Gunungkidul yang terletak di Desa Kemiri Kecamatan Tanjungsari. Kebun pembibitan singkong tersebut merupakan yang pertama di Gunungkidul dan kita berharap nanti akan diikuti oleh daerah-daerah lain di Gunungkidul. Peresmian Kebun Pembibitan di tandai dengan menanam singkong berbagai varietas lokal unggulan Gunungkidul yang dilakukan oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Yogyakarta, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rektor UMY dan  Rektor UAD.

Selain kegiatan penanaman simbolis di kebun pembibitan, juga dilakukan peninjauan di rumah produksi pengolahan singkong menjadi tepung mocaf yang di lakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Sari yang merupakan anggota paguyuban pengolahan mocaf Surya Tani Kabupaten Gunungkidul. Acara juga dimeriahkan dengan bazar produk olahan warga berkaitan singkong yang di lalukan di Balai Dusun Kemiri Desa Kemiri Kecamatan Tanjungsari. Kegiatan Pengembangan Kebun Pembibitan ini atas prakarsa yang MPM PWM, KWT Ngudi Sari dan didukung penuh oleh Program Sosial Bank Indonesia Kantor Perwakilan Yogyakarta, Fakultas Pertanian UMY, Fakultas Teknologi Industri UAD dan LPM UAD. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para petani singkong se-Gunungkidul, kelompok tani, akademisi, LSM dan SKPD terkait di Pemda Gunungkidul.

Menurut Dwi Kuswantoro Ketua MPM PWM DIY, kegiatan ini merupakan rangkaian program pemberdayaan petani yang dilakukan oleh MPM berkolaborasi dengan semua pihak termasuk pemerintah dan swasta. Pada bulan Mei 2018 MPM juga akan mengadakan Kongres Singkong Indonesia (KSI) di Gunungkidul untuk menyatukan seluruh penggerak singkong di Indonesia dan menyusun peta jalan (road map) Pengembangan Singkong Indonesia sebagai pilar kedaulatan pangan. Diharapkan dengan adanya kongres tersebut, posisi singkong tidak lagi menjadi produk yang dipandang sebelah mata (inferior), tetapi diletakkan dalam posisi yang proporsional sebagai pilar kedulatan pangan nasional selain beras.

Dr. Ir. Gatot Supangkat.,MP selaku Koordinator Tim Ahli MPM untuk Pengembangan Singkong mengatakan bahwa Pengembangan Bibit Singkong merupakan Upaya Revitalisasi terhadap singkong varietas lokal yang diharapkan akan lebih memperjelas posisi Indonesia sebagai Mega Diversity Country yang sangat kaya sumber plasma nutfah. Bibit menjadi salah satu Faktor untuk menghasilkan produk yang berkwalitas. Dengan adanya kebun Bibit ini diharapkan akan mampu mendorong peningkatkan produktivitas singkong di Gunungkidul, pungkasnya. (dwikus/erha)