PENGAJIAN PCM DEPOK BAGI RESEP DAKWAH DI ERA DIGITAL

0
67

SLEMAN — Era digital dimaknai sebagai jaman mutakhir di mana setiap individu dan kelompok dapat berinteraksi satu dengan yang lain dalam lini masa yang tak terbatas. Setiap orang saat ini dapat berkomunikasi langsung dengan siapa saja dengan smartphone. Segalanya tampak lebih mudah, padahal hakikatnya makin banyak masalah muncul disebabkan internet dan media sosial. Demikian diungkapkan oleh Dr H Robby Habiba Abror SAg MHum nara sumber pengajian rutin Ahad pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Depok, Sleman di SD Muhammadiyah Condongcatur, Depok, Sleman, DI Yogyakarta pada hari Ahad, 18 Februari 2018 dengan tema: “Dakwah di Era Digital dan Etika Bermedia Sosial.” Pengajian ini juga diikuti oleh jamaah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari ranting di lingkungan Kecamatan Depok, Sleman serta Guru-guru SD Muhammadiyah Condongcatur.

Pembicara yang juga Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini juga mengingatkan akan pentingnya setiap umat Islam khususnya warga persyarikatan untuk bijak dalam bermedia sosial dengan cara membaca fenomena jaman now. Menurutnya, saat ini setiap orang jadi susah melepaskan diri dari media sosial (medsos), setiap orang sudah tersandera oleh medsos. Terjadi banjir tsunami informasi dalam dunia yang tanpa batas ini. Perlu juga diperhatikan bahwa kita berada dalam hidup serba gado-gado: satu grup medsos bisa lintas generasi, usia, mazhab, agama/non-agama, campur aduk gak karuan. Setiap orang merasa khawatir disebut kuno jika tidak mengikuti tren jaman now, gejala yang biasa disebut FoMo (fear of missing out), di samping bahasa alay dan lebay pada tindakan komunikasi seseorang yang mungkin belum pernah ia lakukan sebelumnya.

Menurut Ketua Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga ini, sebaiknya setiap orang sebelum merespon dan berbagi informasi baik berupa berita ataupun gambar agar dipikirkan kembali dan dibaca lagi dengan lebih berhati-hati. Ia mengajak jamaah pengajian Muhammadiyah untuk lebih bijak bermedsos. Dakwah di era digital butuh kearifan, kecerdasan, dan melek informasi. Ia berpesan: “think before you click!” dan “you are what you share.”

Meskipun ia mengaku bahwa dunia sudah dalam genggaman dan di ujung jari kita, Robby tetap mengingatkan bahwa medsos dapat menjadi bencana sosial dan malapetaka hubungan antarpersonal. “Disebabkan medsos bisa terjalin ukhuwah, tetapi karena medsos juga dapat melahirkan kebencian, pertengkaran, perselingkuhan, perceraian, pornografi dan berbagai macam kejahatan cyber,” pungkasnya. (erha)