SUARA MUHAMMADIYAH SEBAGAI ELEMEN SEJARAH BANGSA

0
5

YOGYAKARTA — Saat ini, Indonesia membutuhkan media seperti Suara Muhammadiyah, yang terus berkomitmen menyampaikan kebenaran.

“Untuk itu, Suara Muhammadiyah agar dapat menjadi media yang selalu memperoleh kepercayaan dari masyarakat,” kata Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, ketika hadiri peresmian Grha Suara Muhammadiyah Yogyakarta, Minggu (25/2/2018).

Hadir juga Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Mendikbud Muhadjir Effendy, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PP Aisyiyah Noordjannah Djohantini, Pemimpin Umum Suara Muhammadiyah HA Syafii Maarif, Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri, M Misbakhun (anggota FPG DPR RI), Ahmad Syahroni (anggota F Nasdem DPR RI), Busyro Muqoddas dan anggota PP Muhammadiyah lainnya.

Bagi Rudiantara, Suara Muhammadiyah adalah elemen sejarah bangsa. “Jika digali terus riwayatnya pasti akan ditemukan lebih banyak jasanya bagi Indonesia,” ungkap Rudiantara.

Rudiantara mengatakan, Suara Muhammadiyah merupakan satu media yang memperoleh penghargaan dari Dewan Pers yang diberikan pada Hari Pers Nasional 2018.

Pada kesempatan itu, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, mendapat baju resmi Muhammadiyah “panca karya” dan spontan diangkat jadi warga Muhammadiyah oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. “Visi dan pemikirannya sejalan dengan Muhammadiyah,” tandas Haedar Nashir.

“Saya sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah,” begitu ungkapan Bambang Soesatyo.

Di dalam uraian lainnya, Bambang sempat mengutarakan kegalauannya melihat perkembangan demokrasi yang makin hari semakin tidak menggembirakan. “Ini berpotensi mengancam eksistensi dan independensi Indonesia sebagai bangsa,” kata Bambang Soesatyo.

Ketua DPR RI juga meminta kepada Muhammadiyah untuk mengkaji kembali sistem pemilihan langsung dalam demokrasi Indonesia, terutama dalam pemilihan bupati, walikota dan gubernur. “Lebih banyak mudharatnya atau manfaatnya bagi rakyat?” tanya Bambang.

Menurut Bambang, jika demokrasi transaksional yang brutal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin suatu saat Indonesia akan dikuasai para pemodal. “Baik langsung maupun tidak langsung,” tandas Presidium Kahmi 2012-2017 ini.

Ketua DPR RI mengapresiasi diresmikannya Grha Suara Muhammadiyah. “Ini merupakan upaya nyata dalam memajukan Suara Muhammadiyah, media kebanggaan bagi seluruh warga Muhammadiyah,” kata politisi Partai Golkar.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, yang juga Pemred Suara Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan, kegiatan ini sekaligus memulai pembangunan pusat-pusat unggulan yang dimiliki PP Muhammadiyah.

Bagi Dirut PT Syarikat Cahaya Media, yang juga Pemimpin Perusahaan Suara Muhammadiyah, Deni Al-Asyari, MA, ini merupakan terwujudnya representasi pusat syiar Muhammadiyah.

“Dan ini merupakan bagian dari proses panjang dari apa yang sudah dilakukan tokoh-tokoh Suara Muhammadiyah,” papar Deni.

Pemimpin Umum Suara Muhammadiyah, Syafii Maarif, berharap, semoga Suara Muhammadiyah menjadi berkah dan menjadi dorongan untuk lebih maju. (Affan)