PERINGATI SERANGAN UMUM SATU MARET, ALIANSI PELAJAR ISTIMEWA GELAR APRESIASI SENI

0
71

YOGYAKARTA — Setelah mengadakan Aksi Hari Peduli Moral yang dibilang cukup berhasil, Aliansi Pelajar Istimewa kembali mengadakan acara Apresiasi Seni dalam rangka memperingati Serangan Umum Satu Maret. Acara yang diadakan di titik 0 KM Kota Yogyakarta berhasil mengambil hati para pengungjung, tak sedikit pengunjung yang menyempatkan waktunya untuk ikut menikmati music dan puisi yang ditampilkan para anggota Aliansi Pelajar Istimewa.

Dalam acara ini Aliansi Pelajar Istimewa mengajak FKPO, Farohis, Forpis, SMA Muhammadiyah 2, SMA Muhammadiyah 1, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Madrasah Mu’allimaat, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Madrasah Mu’allimin, PC IPM Ngampilan, SMKN 2 Yogyakarta, PPTS (Persatuan Pelajar Taman Siswa), PII (Pelajar Islam Indonesia), Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Wirobrajan, YMP (Yogyakarta Movement Project), Aliansi Merah, dan seluruh Pelajar Yogyakarta lainnya untuk memeriahkan acara ini.

Tak hanya mengadakan menampilkan musik dan puisi, perpustakaan jalanan juga digelar untuk meramaikan acara ini. Bulletin yang berisi tentang Kronologis dan tokoh-tokoh serangan umum satu maret juga dibagikan kepada pengunjung sekitar titik 0 KM. Dalam acara ini disediakan pula minuman yang dibagikan secara gratis bagi para pengunjung yang ikut meramaikan acara ini.

Terkait hal tersebut, Racha Julian selaku Ketua Aliansi Pelajar Istimewa berharap, “Dengan diselenggarakannya aksi ini, kami berharap agar para pelajar Kota Yogyakarta tidak melupakan sejarah yang kita punya, karena setiap peristiwa di masa lalu dapat dijadikan pelajaran bagi kita di masa sekarang dan akan datang, ditambah lagi pelajar sekarang ini banyak yang lupa akan sejarah dan tidak lagi bangga atas apa yang kita punya, pelajar zaman sekarang lebih memilih mengkonsumsi gaya hidup barat dan luput dalam mewujudkan jati diri bangsa kita”.

Salah satu pengunjung dalam acara ini, Shafira Zulfa Ramadhani siswi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengatakan, “Memang dalam acara ini konsep yang diangkat bagus, apresiasi seni dan perpustakaan jalanan menjadi daya tarik tersendiri dalam mengingat serangan umum satu maret, tetapi acara ini seakan-akan menjadi acara sendiri, kurangnya ajakan terhadap pengunjung sekitar menjadi salah satu penyebabnya. Apabila pengunjung diajak untuk ikut menikmati acara ini, maka akan lebih banyak pengunjung yang datang. Seharusnya, acara ini bisa dinikmati oleh seluruh kalangan, tak hanya dari kalangan pelajar”.

Sebagai penutup panitia dan para pengunjung melakukan swa-foto bersama. (Athariq)