DPD IMM DIY ADAKAN TALKSHOW GENDER

0
30

YOGYAKARTA — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY mengadakan talkshow gender di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kampus 4 Jl Ringroad Selatan, Bantul.

Kegiatan yang dihadiri ratusan orang dari berbagai kalangan, yang mayoritas generasi muda, mengkaji gender. “Ini menunjukkan bahwa persoalan gender memang menjadi perhatian generasi muda,” kata Yunahar Ilyas.

Di sisi lain, talkshow ini tidak hanya dihadiri oleh perempuan saja, namun laki-laki juga. Dan serangkaian Milad ke-54 IMM oleh DPD IMM DIY dibuka pada tanggal 1 Maret 2018.

Dalam menyambut milad, yang bertepatan pada tanggal 14 Maret 2018, DPD IMM DIY mengawali dengan talkshow gender, yang merupakan salah satu konsentrasi isu gerakan DPD IMM DIY. Agenda ini diinisiasi oleh Bidang IMMawati DPD IMM DIY sebagai upaya syiar pemahaman gender pada generasi muda.

Selain itu, DPD IMM DIY akan segera melaksanakan beberapa agenda lainnya yang juga dihadiri oleh ortom-ortom se-DIY yang mengangkat tema “Aktualisasi Pemahaman Gender dalam Mewujudkan Keseimbanga Peran”.

Bidang IMMawati ingin mengajak ortom-ortom dan generasi muda untuk memahami gender sesuai dengan tempatnya.

Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Yunahar lyas, Lc, M.Ag, memberikan pandangan gender sesuai dengan tafsir al-Qur’an. Kemudian, Alimatul Qibtiyah, Ph.D mengupas tuntas mengenai konsep gender progresif. Selanjutnya, Diyah Puspitarini, M.Pd sebagai praktisi gender yang dalam prakteknya memimpin organisasi wanita muda, yang jelas sudah sangat terlihat kemerdekaan gendernya.

Talkshow ini menjadi pijakan awal bidang IMMawati untuk menerbitkan buku bertemakan gender. Dinamika forumlah yang coba dihimpun untuk dapat dituliskan menjadi sebuah pemikiran dan akan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Tak jarang generasi muda masih bias memahami gender sebagai bentuk kesetaraan bukan kesamaan.

Mereka harus memahami konsep tugas yang dapat ditukarkan dan tidak dapat ditukarkan antara laki-laki dan perempuan, dan haruslah selesai bagi generasi muda. Realitasnya, jika hal itu belum selesai, generasi muda akan mandek mengupayakan perubahan dan gerakan nyata. Maka, hal ini dianggap menjadi salah satu isu sentral yang harus terus disosialisasikan. (Ella Yussy/ASA)