PERAN STRATEGIS IMM DALAM DUNIA PENDIDIKAN

0
29

YOGYAKARTA — 12 Maret 2018, Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Dr. Kasiyarno, M.Hum, mempresentasikan gagasannya. Gagasan terkait Peran Strategis IMM dalam Dunia Pendidikan disambut baik oleh khususnya mahasiswa Indonesia, lebih khusus lagi adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. Terbukti, peserta yang hadir adalah mendekati angka 400 orang. Hal tersebut dipresentasi pada agenda Milad IMM ke 54 yaitu Rembug Guru Muda yang dilaksanakan di Ruang Audit Kampus 4 UAD.

Kasiyarno mengawali dengan pemaparan terkait problematika kependidikan di Indonesia. Terdapat 6 poin utama yaitu;

  1. Nasib program wajib belajar 12 tahun.
  2. Angka putus sekolah yang tinggi.
  3. Masih lemahnya pengakuan negara atas pendidikan pesantren dna madrasah (diniyah).
  4. Bersekolah bagi kaum marginal masih jadi impian.
  5. Kasus kekerasan di sekolah dan pengaduan pungli.
  6. Gap antara duia industrti dengan ketersediaan tenaga terampil di Indonesia.

Kemudian problematika dilanjutkan dengan kasus-kasus pendidikan di tanah air yaitu kekerasan di sekolah, penganiayaan guru hingga tewas di salah satu SMA di Jawa Timur. Hal tersebut dikarenakan oleh rendahnya serapan tenaga kerja terdidik.

“Dari kalian nanti akan ada yang jadi dokter, meester atau ahli hukum, insinyur, tetapi kembalilah kepada Muhammadiyah,” pesan Kasiyarno kepada audiens menirukan pesan Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.

Hal tersebut karena mencerminkan sebagai intelektual muslim. Berikut ciri-ciri intelektual muslim menurut Kasiyarno;

  1. Semakin tinggi ilmunya semakin;
  • takut kepada Rabb-nya,
  • luas bidang ilmunya,
  • tinggi semangat juangnya melawan ketidakadilan,
  • peduli terhadap persoalan umat.
  1. Tidak hanya mumouni secara intelektual, namun juga kedalaman iman, kepekaan nurani, kesalehan sosial dan kearanian dalam menegakka amar ma’ruf nahi munkar, bahkan siap mati syahid fii sabilillah.

Kasiyarno kemudian menjelaskan terkait posisi strategi IMM diantaranya yaitu

  1. Lingkungan komunitas berpendidikan tinggi.
  2. Sebagai ORTOM Muhammadiyah.
  3. Jalur formal pembinaan kader persyarikatan.
  4. Terbuka access beraktifitas di PTM.
  5. Punya objek dawkah yang jelas dan luas.

Contoh solusi yang disampaikan Kasiyaarno

Kasiyarno mengingatkan dan menegaskan pada audiens bahwa, “Tujuan IMM yaitu mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlaq mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.” Sehingga harapannya audiens menjadi teguh pendirian. (Rahma)