WAMENLU RI KUNJUNGI MU’ALLIMIN MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

0
119

YOGYAKARTA — Wamenlu RI, Dr. A.M. Fachir, kunjungi Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Jum’at (16/3/2018), diterima Direksi Muallimin, para guru dan perwakilan siswa.

Didampingi Prof. Dr. Sangidu dari Departemen Kajian Timur Tengah Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Wamenlu RI sampaikan studium generale tentang diplomasi dan hubungan international.

Kunjungan Wamenlu RI itu sangat tepat menjelang Milad Mu’allimin seabad.

Dari 16 Direktur Mu’allimin, Alhamdulillah tiga orang mendapat gelar Pahlawan Nasional: KH Ahmad Dahlan, KH Mas Mansyur dan Prof. Abdul Kahar Muzakkir.

Diketahui, Prof. Abdul Kahar Muzakkir termasuk yang memperjuangkan pengakuan kemerdekaan RI di Mesir dan Timur Tengah pada umumnya dan pada awal kemerdekaan RI. “Juga anggota Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia,” terang Habib Chirzin.

Pada kesempatan itu, Habib Chirzin menyampaikan bahwa memasuki abad ke-2 Mu’allimin, harus mengembangkan international competence. “Termasuk penguasaan bahasa-bahasa asing, komunikasi, soft dan smart diplomacy dan seterusnya,” papar Habib Chirzin.

Pada kesempatan itu, Wamenlu RI Dr AM Fachir sekaligus secara simbolis melepas 70 santri Mu’allimin dan Mu’allimaat untuk melaksanakan muballigh hijrah ke Malaysia, Thailand, Kamboja dan Jepang, selama bulan Ramadhan.

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. H. Abdurrahman Mohammad Fachir, sesudah menguraikan tentang dunia diplomasi dan hubungan internasional di depan ratusan siswa Mu’allimin dan Mu’allimat ini, bertutur secara serius tentang persaingan global. “Sebuah fenomena yang harus disikapi dengan kesadaran tinggi sejak dini,” kata AM Fachir yang menyampaikan pesan kepada santri Mu’allimin dan Mu’allimaat untuk menjadi santri berprestasi. “Dan nantinya memiliki kontribusi yang nyata bagi dunia kemanusiaan secara global,” tandas AM Fachir.

“Semoga memasuki abad ke dua ini, Mu’allimin dan Mu’allimaat semakin meningkatkan kualitasnya,” papar AM Fachir. (Affan)