LSBO PWM DIY ADAKAN DIALOG BUDAYA DAN PARIWISATA

0
39

YOGYAKARTA — Setelah mengadakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Pantai Baru Pandansimo, Srandakan, Bantul, Lembaga Seni Budaya dan Olah Raga (LSBO) PWM DIY, tidak henti-hentinya membuat kegiatan.

Ke depan, adakan dialog budaya mengenai Muhammadiyah dan Pariwisata. Kegiatan akan dilaksanakan pada Kamis, 22 Maret 2018 pukul 19.30 WIB di Gedung PWM DIY Jl. Gedongkuning, Yogyakarta, dengan narasumber Arif Hidayat (Ketua LSBO PDM Kota Yogyakarta), dan akan dihadiri LSBO PDM se-DIY, PCM dan ortom.

Kegiatan itu dimaksudkan untuk menyeimbangkan cakupan wilayah garapan LSBO. “Karena selama ini kami seakan-akan meninggalkan bidang pariwisata dan hanya melaksanakan kegiatan yang berbau seni budaya dan olah raga,” kata Akhir Lusono, Sabtu (17/3/2018).

Padahal, menurut Ketua LSBO PWM DIY, amanah Rakernas dan juga amanah Ketua LSBO PP Muhammadiyah, juga jangan lewatkan pariwisatanya.

Setelah kegiatan itu LSBO PWM DIY akan menggali, melaksanakan saran, masukan, rekomendasi dan masukan dari daerah-daerah. “Tentu akan kami coba tuangkan ke dalam implementasi kerja,” jelas Akhir

LSBO PWM DIY sebagai kepanjangan tangan dari PWM DIY, tentunya selalu bergerak demi tersiarnya program Persyarikatan Muhammadiyah kepada warga Muhammadiyah di semua lini atau tingkatan.

Kenyataan di lapangan, banyak kader Muhammadiyah yang sudah terlibat secara aktif menggerakkan dunia pariwisata di wilayahnya: pedukuhan, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota.

Setiap kali LSBO PSM DIY adakan kunjungan ke suatu obyek pariwisata, ternyata ada kader Muhammadiyah. “Maka bukan hal yang aneh jika kami akan mengadakan kegiatan dialog budaya dengan tema pariwisata,” tandas Akhir Lusono.

Tidak hanya sekali dua kali. Namun, seberapa tingkat kebutuhannya, di situ akan dilakukan LSBO PWM DY.

Dan, kegiatan dialog budaya paska Rakerwil LSBO ini, tampaknya menjadi ajang implementasi hasil Rakerwil, yang salah satu hasilnya adalah diadakannya dialog budaya secara rutin.

Di samping itu, ada beberapa program kerja yang lain di tahun 2018 ini, yakni OBJ, kethoprak milenial, dialog budaya, pelatihan jemparingan, kerjasama dengan berbagai kelompok dan institusi serta kagiatan lain yang dapat menambah kegairahan persyarikatan Muhammadiyah pada seni budaya, olah raga dan pariwisata. (Affan)