MINAT TINGGI MASYARAKAT IKUTI PELATIHAN IMAM DAN KHATIB MASJID ISLAMIC CENTER UAD

0
96

YOGYAKARTA —  Takmir Masjid Islamic Center UAD bekerjasama dengan LPSI UAD menggelar pelatihan Imam Sholat dan Khatib Jumat yang berlangsung dari tanggal 17-18 Maret 2018 bertempat di Kampus Utama UAD, Jln. Ring Road Selatan. Pelatihan ini menyedot minat masyarakat umum bukan saja sekitar kampus, tetapi juga berasal dari berbagai daerah di Yogyakarta, seperti Piyungan, Sayegan, Purworejo dan beberapa utusan masjid- masjid tempat mereka berdomisili. Selain itu Pelatihan Tilawatil Qur’an akan diadakan mulai akhir bulan Maret ini setiap hari Sabtu seminggu sekali.

“Pelatihan Imam sholat, Khatib Jumat dan Tilawatil Quran di Islamic Center merupakan pelatihan angkatan-1 dan kita menyebarkan informasi pelatihan ini secara umum, terutama disebarkan ke jamaah yang mengikuti kajian ahad pagi. Tetapi melalui media sosial, informasi ini begitu cepat direspon oleh masyarakat umum, sehingga dalam waktu 3-4 hari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini telah melebihi target dan tidak terbatas hanya pada jamaah kajian ahad pagi. Sehingga kami optimis untuk pelatihan angkatan ke-2 akan lebih baik dan siap lagi “ papar Ust. Nurkholis, ketua Takmir Masjid Islamic Center UAD.

Pelatihan Imam dan Khatib menghadirkan pemateri,  Drs. H. Anhar Anshori, M.S.I. Ph.D. menyampaikan  Teknik dan Retorika Dakwah, H. Asep Sholahudin, M.Ag tentang fikih Jum’ah, dan H. Nurkholis, M.Ag. memberikan materi Bacaan Imam. Dalam pelatihan ini peserta juga diberikan kesempatan praktik khotbah. Selama pelatihan panitia membagikan buku penduan imam dan khotbah kepada peserta.

Takmir Masjid Islamic Center UAD berharap melalui pelatihan ini akan melahirkan khatib-khatib Jum’at yang memahami betul terkait  fikih dan pandai dalam membawakan khotbah,  sehingga jamaah semakin tercerahkan oleh khotbah jumat yang dibawakan para peserta pelatihan ini. Karena realita yang terjadi adalah ketika khotib naik ke atas mimbar untuk membawakan khotbahnya, banyak jamaah yang memilih untuk tidur, sehingga perlu ada evaluasi dalam banyak hal terutama dari segi penceramah. Dengan pelatihan ini diharapkan semakin banyak muncul khatib-khatib yang memiliki kompetensi secara metodologis dan juga kompetensi substantif , berkaitan dengan isi dari khotbah juma’tnya. [Nila]