IDENTITAS DAN KARAKTER YANG TIDAK BOLEH HILANG DARI IMM

0
145

YOGYAKARTA — “Aktivis Muhammadiyah itu harus bertauhid, jika tauhidnya baik maka karakter akan baik” ungkap Imam Hanafi sebagai penceramah dalam Tabligh Akbar yang digelar Ahad (1/4/2018) di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan.

Masih dalam rangkaian Milad IMM ke-54, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan adakan Tabligh Akbar dengan tema “Ideologi Muhammadiyah sebagai Penguat Karakter Bangsa”. Tabligh Akbar dibuka oleh Prof. Dr. Sarbiran selaku Wakil Rektor IV UAD. Adapun penceramah Tabligh Akbar adalah Iwan Setiawan, M.SI. (Ketua PW PM DIY) dan Imam Hanafi, S.S.,M.Pd. (Alumni IMM dan Pengurus MPK PP Muhammadiyah).

Iwan Setiawan sebagai penceramah pertama menyampaikan pembahasan mengenai Ideologi Muhammadiyah, ia menegaskan bahwasanya Muhammadiyah adalah gerakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar  yang bertujuan agar terciptanya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dengan melakuakan perbaikan melalui berbagai bidang, Muhammadiyah mencoba untuk mewujudkan Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur sehingga terciptalah masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. “Muhammadiyah telah banyak berperan bagi kehidupan bangsa ini, dari sejarahnya Muhammadiyah senantiasa dekat dengan pemerintah dan senantiasa membantu perkembangan negara dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat melalui amal usahanya” ungkap Iwan. Sehingga dengan mengimplementasikan ideologi Muhammadiyah ini warga Muhammadiyah sejatinya telah membantu mensejahterakan bangsa.

Dilanjutkan oleh penceramah kedua yaitu Imam Hanafi yang membahas tentang karakter bangsa. Ia menyampaikan bahwa Muhammadiyah yang merupakan gerakan da’wah Islam berdasarkan Al-qur’an dan Hadits mengutamakan Tauhid yang murni, tidak dinodai oleh kemusyrikan. Dengan Tauhid yang murni, maka akan berdampak pada karakter seseorang maupun suatu bangsa.  Karena Tauhid akan mampu mempengaruhi dalam setiap gerak dan langkah seseorang, yang akan menjadi pedoman dan batasan bagi kehidupannya. Sehingga tauhid dapat mencetak akan seperti apa karakter seseorang dan suatu bangsa. Ia menambahkan bahwasanya IMM yang merupakan gerakan Mahasiswa Islam tentunya setiap aktivisnya haruslah bertauhid baik, menjadi kader Muhammadiyah yang kuat ideologinya, memperkuat karakternya sebagai gerakan keislaman, gerakan intelektual dan gerakan sosialis. “IMM tidak boleh kehilangan identitas dan karakternya, IMM harus bisa menjadikan Islam sebagai solusi bagi setiap problematika yang terjadi, tauhid yang baik, intelektual yang bukan sekedar teoritis dan harus responsif terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat.” Pungkasnya.

Berawal dari  tauhid yang baik kemudian menjadi ideologi kuat inilah maka jika warga Muhammadiyah dapat senantiasa mengimplementasikannya, maka akan melahirkan karakter bangsa yang lebih baik untuk perkembangan Indonesia kedepannya. (AR)