KKN PPuN UAD Bangun Sinergi Persyarikatan dengan Pemda

0
11

Universitas Ahmad Dahlan sebagai salah satu perguruan tinggi yang sudah berpengalaman mengelola Kuliah Kerja Nyata melalui satu lembaga yang bernama LPM (Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat) telah berhasil menerapkan beberapa model KKN, diantaranya yang disebut sebagai model  Pembelajaran dan Pemberdayaan untuk Negeri atau disingkat PPuN.

Mediamu.id berkesempatan menghubungi Nurul Satria Abdi, S.H. M.H.  dosen FH UAD akrab dipanggil Pak Satria, sekretaris Tim Task Force LPM UAD, yang banyak menangani KKN PPuN di Jawa Timur pada awal tahun 2018 belum lama ini.

KKN Reguler yang diberi nama KKN PPuN, adalah model KKN yang dikerjasamakan  dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Beberapa daerah yang telah dijadikan lokasi KKN PPuN diantaranya adalah Tulungagung, Kabupaten  Blitar dan Kota Blitar, Jawa Timur. Sebelumnya KKN PPuN pernah dilaksanakan pada tahun 2017 di Kota Tasikmalaya, Kab. Karawang, Kota Pekalongan, Kab. Kebumen, Kab. Bojonegoro, dan Kab. Madiun.

“Tujuan KKN PPuN pada prinsipnya adalah pertama, memberikan pembelajaran kepada masyarakat menengah atas secara umum dan warga Persyarikatan secara khusus, kedua, memberdayakan Pimpinan dan unsur pembantu pimpinan Muhammadiyah di lingkungan PDM, ketiga , mendekatkan PDM dengan Pemda dan unsur Muspika melalui pelaksanaan program kerja bersama antara UAD-PDM-Pemda setempat” Terang Satria

Yang membedakan dengan KKN PPuN dengan model KKN yang lain diantaranya adalah, sebagai contoh, mahasiswa yang ditempatkan di Kabupaten Tulungagung berjumlah 27 orang (3 unit) dengan wilayah kerja KKN satu Kabupaten. KKN ini juga bekerjasama dengan unsur pembantu pimpinan Muhammadiyah tingkat Pusat seperti Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO), Majelis Tabligh, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI).

Satria mencontohkan KKN PPuN yang dilaksanakan di Kabupaten Tulungagung “Seperti halnya KKN lain yang dilaksanakan oleh UAD KKN PPuN juga melaksanakan program dalam bidang Akademik, Keagamaan, Seni Budaya dan Olahraga, Tematik-Nontematik.  Akan tetapi dalam pelaksanaan KKN PPuN terdapat program kerja khusus yang harus dilaksanakan mahasiswa seperti; pertama, Pelatihan Cipta lagu bagi para guru TK/SD. Pelatihan ini melibatkan LSBO PPM-PDM-Dinas Pendidikan. Kedua, Pelatihan literasi melibatkan LSBO PPM-PDM-Kantor Kemenag. Ketiga, Pelatihan Aplikasi Manajemen Masjid melibat Majelis Tabligh PPM-PDM-Takmir Masjid. Keempat, Pelatihan Pembuatan Kue berbahan Mocaf melibatkan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM)-Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA). Kelima, Festival Masjid dan Berkarya bersama seniman dengan menghadirkan pelukis kaligrafi bertaraf internasional, Syaiful Adnan dan Robert. Keenam, Penyuluhan hukum Perkawinan- Kewarisan, sebagai progam yang dilaksanakan oleh  Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan penyuluhan bahaya Narkotika oleh BNN Kabupaten Tulungagung.”

Warga sangat apresiatif atas kehadiran mahasiswa KKN dengan program kerja yang dilaksanakan dan berharap suatu hari nanti masih dikunjungi oleh KKN UAD.

Menurut Satria, seperti halnya penerimaan oleh warga, Pemda Tulungagung juga mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran KKN PPuN yang sangat berbeda dengan KKN yang pernah ada dan dilaksanakan sebelumnya oleh Perguruan Tinggi lain. Pemda Tulungagung berharap KKN PPuN tidak hanya dilaksanakan satu kali saja tetapi bisa diteruskan pada tahun berikutnya.

Satria berharap ke depan KKN PPuN perlu dipertahankan sebagai sarana utk lebih mendekatkan Persyarikatan Muhammadiyah dengan Pemda dan Masyarakat, dan jika memungkinkan pelaksanaan KKN PPuN diperluas keluar Jawa dengan melibatkan unsur pembantu pimpinan yang lebih banyak lagi sehingga mampu mempercepat proses perwujudan visi Persyarikatan. (scp)