Dakwah Ala Buya HAMKA

0
279

Oleh: Abdur Rauf *

Buku yang ditulis oleh Irfan Hamka dengan judul “Ayah” bercerita tentang kisah Buya Hamka. Irfan Hamka merupakan putera kandung Buya Hamka sendiri. Irfan Hamka menuturkan bahwa tujuan buku ini ditulis adalah untuk memperluas syiar dan mengenang Buya Hamka. Irfan Hamka juga berharap semoga buku ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi serta menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Alhamdulillah saya sudah membaca buku karya Irfan Hamka yang berjudul “Ayah” ini. Saya juga menyarankan kepada saudara sekalian supaya membaca buku ini. Saya yakin para pembaca akan dibuat takjub dan terpesona dengan isi buku ini. Banyak hal yang dapat kita teladani dari sosok Buya Hamka. Saya pikir, buku ini cukup mewakili bagi siapa saja yang ingin berkenalan dengan Buya Hamka. Saya sendiri –meskipun tidak hidup se-zaman dengan beliau- amat sangat mengagumi Buya Hamka. Saya berkenalan dengan beliau lewat karya-karyanya yang luar biasa. Alhamdulillah beberapa karya beliau saya punya meskipun belum semuanya. Pernah beberapa kali saya sampai meneteskan air mata ketika membaca buku karya Buya Hamka. Begitulah dahsyatnya sentuhan seorang alim Buya Hamka.

Satu hal yang menarik bagi saya di bagian pertama dari buku ini. Irfan Hamka, sebelum menuturkan kisah-kisah tentang ayahnya, terlebih dahulu ia mengajak para pembaca sejenak mengenang nasihat Buya Hamka. Sosok Buya Hamka memang sering dijadikan tempat curhat dan tempat meminta nasihat oleh beragam golongan masyarakat, sehingga tak jarang orang datang langsung ke rumah Buya Hamka untuk konsultasi seputar masalah hidup. Berkaitan dengan itu pula, di bagian pertama buku ini, Irfan Hamka menuturkan tiga kisah orang yang datang ke Buya Hamka (baik itu di rumah beliau maupun di masjid tempat biasa beliau mengisi kajian) untuk sekedar curhat dan meminta pandangan serta nasihatnya. Namun hanya satu kisah saja yang akan saya sampaikan di sini.