12 Langkah Muhammadiyah (1938-1940)

0
56

Menjunjung tinggi firman Tuhan Allah SWT, yang termaktub di dalam Al-Qur’an dan mengambil tauladan akan perjalanan junjungan Nabi Muhammad SAW yang terhimpun didalam kitab Haditsnya, sebagaimana yang tersebut di bawah ini :

“Dan ketahuilah bahwa utusan Tuhan Allah ada pada kamu sekalian, yang mana kalau beliau yang menuruti kamu di dalam beberapa perkara, tentulah kamu sekalian keberatan. Akan tetapi Allah mempersukakan kamu sekalian kepada Iman dan telah memperhiaskannya di dalam hatimu sekalian; malah memperbencikan kamu sekalian daripada kekafiran, kecabulan dan kedurhakaan. Mereka itulah yang berjalan lurus, mendapat karunia dan kenikmatan dari Tuhan Allah yang Maha Mengetahui dan Bijaksana” (QS Al Hujurat ayat 7-8).

“Peringanlah dan jangan kamu mempersusahkan serta gembirakanlah dan jangan kamu membikin orang lari,” (HR Bukhari dari Anas).

“Sesungguhnya yang paling baik dari kamu sekalian, ialah yang paling bagus budi pekertinya.” (HR Bukhari dari Abdullah bin Amir).

“Beruntunglah orang yang meneliti keaiban (kesalahan) dirinya sendiri , daripada meneliti keaiban orang lain.” (HR Firdaus dari Anas).

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu sekalian orang-orang yang menegakkan keadilan, bersaksi kepada Tuhan Allah, meskipun mengenai dirimu sendiri atau kedua ayah bunda dan sanak saudaramu. Kalau keadaannya kaya atau miskin, maka Tuhan Allah lebih terdahulu dari keduanya. Maka janganlah kamu menuruti hawa nafsu pengadilanmu, kamu condong atau kamu tolak; sesungguhnya Tuhan Allah itu mengetahui pekerjaanmu.” (QS an Nisa’ ayat 135).

“Turutlah Tuhan Allah dan utusanNya serta janganlah kamu berselisihan yang menceraiberaikan kamu dang menghilangkan kekuatanmu. Maka sabarlah, sesungguhnya Tuhan Allah itu menyertai orang-orang yang sabar.” (QS al-Anfal ayat 46).

“Kebijaksanaan itu diberikan siapa yang dikehendaki oleh Tuhan Allah, dan barang siapa yang sudah diberi kebijaksanaan, dialah yang mendapat kebaikan yang banyak. Akan tetapi orang tidak ingat, kecuali yang sama mempunyai pikiran.” (QS al-Baqarah ayat 269).