Karakteristik Muttaqin

0
102

Gubahan: Abdur Rauf*

Dalam dunia ini, tidak ada satupun manusia yang luput dari kesalahan dan dosa. Namun yang perlu kita garis bawahi ialah bahwa manusia tidak boleh terus-menerus larut dalam kesalahan dan dosa itu. Sebab Rasulullah SAW menyampaikan lewat sabdanya, “Setiap anak cucu Adam pasti berbuat kesalahan (dosa), dan sebaik-baiknya yang berbuat kesalahan (dosa) adalah yang bertaubat.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Ada sayarat-syarat yang harus dilakukan agar taubat kita diterima oleh Allah SWT, di antaranya adalah menyesali kesalahan yang telah dilakukan, berhenti dari berbuat dosa, dan memiliki tekad untuk tidak mengulangi kesalahan dan perbuatan dosa tersebut. Sebaiknya setiap kita tidak menunda waktu untuk bertaubat. Mengapa demikian? Sebab usia kita itu terbatas. Setiap saat, kematian selalu mengintai kita. Jangan sampai kematian itu datang pada saat kita dalam keadaan bergelimang dosa. Na’udzubillahi min dzalik.

Menyadari akan hal itu, banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang mendorong kita supaya bersegera (tidak menunda) menuju ampunan Allah SWT. Salah satunya adalah QS. Ali-Imran/ 3 ayat 133, Allah SWT berfirman:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali-Imran/ 3: 133)