The Power Of Reading

0
59

Oleh : Eko Harianto*

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq: 1-5)

Salah satu hikmah di bulan Ramadhan adalah tadarus al-Qur’an. Selain itu, juga memaknai turunnya wahyu yang diturunkan Allah SWT pertama kali kepada Nabi Muhammad Saw. yaitu Surat Al-‘Alaq ayat 1-5. Dimana wahyu pertama tersebut menyimpan makna agar umat Islam mau berpikir dan belajar tentang apa yang tersurat maupun tersirat dalam al-Qur’an dan juga semesta alam ini. Namun, dalam masyarakat kita saat bulan Ramadhan seperti ini sering menjadi pertanyaan, “berapa kali khatam al-Qur’an?”. Bagi saya bukan berapa kali khatamnya, tetapi pelajaran apa yang sudah diambil setelah meninggalkan bulan Ramadhan dari kita ber-tadarus al-Qur’an.

Kita semua tentu sudah mengetahuinya, bahwa wahyu yang pertama diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw. dimulai dengan kalimat yang sangat agung. Kalimat yang mengandung kunci perbaikan bagi segenap manusia walaupun berbeda masa dan berlainan tempatnya. Kalimat tersebut adalah: “Iqra”, bacalah. Maka, barang siapa yang menghendaki kesuksesan, kesucian, dan perbaikan, maka tidak ada jalan lain kecuali dengan dua wahyu, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah, baik secara bacaan, hafalan maupun pembelajaran. Membaca akan menjadi kunci pengetahuan, kunci pembuka atas segala hal yang tersingkap di dunia. Meskipun membaca dapat diterjemahkan ke dalam berbagai macam aspek yang tertulis, namun yang terdapat di alam tentunya harus kita baca juga.