Me-RAMADHAN-kan Kehidupan

0
365

Oleh : Arif Jamali Muis

Hadirnya Bulan suci Ramadhan disaat tahun politik (Tahun 2018 dan 2019)  bak penyejuk bagi bangsa ini, harus jujur kita akui pasca pilpres tahun 2014, pilkada Jakarta tahun 2017 dan puncaknya tahun politik 2018 dan 2019, menjadikan bangsa ini terbagi dalam dua kelompok besar pendukung Jokowi (pemerintah) dan oposisi pemerintah,  dan pertentangan ini tidak hanya terjadi pada elit politik tetapi sudah menyentuh tataran masyarakat, lihat lah bagaimana setiap kejadian selalu saja dijadikan alat untuk saling menjatuhkan, kasus Car Free Day, meninggalnya seorang anak karena antri sembako di monas, kasus bentrokan di Mako Brimob dan yang terakhir BOM  maut Surabaya, entah masih berapa banyak lagi momentum kedepan yang akan dijadikan alat saling bertengkar, menjatuhkan, dan jika tidak hati – hati, energy bangsa ini habis hanya untuk saling menegasikan, kita lupa untuk membangun peradaban bangsa ini.  Dalam suasana batin tahun politik seperti ini, ujaran kebencian gampang diucapkan, fitnah, saling klaim kebenaran marak di tengah masyarakat terutama media sosial, hadirnya Bulan suci Ramadhan 1439 H sejatinya dapat menjadi penyejuk bagi bangsa Indonesia yang mayoritas umat Islam.