Dakwah Komunitas untuk Pegiat Media Sosial di Era Disrupsi

0
316

Robby H. Abror*

Istilah Industri 4.0 muncul sejak 2011 dalam sebuah diskusi di Hannover Fair, Jerman untuk menggambarkan realitas revolusi industri keempat yang dapat menciptakan perubahan luar biasa dan cepat dalam bidang teknologi global yang saling terhubung dan saling menguntungkan sebagaimana dipaparkan oleh Klaus Schwab, seorang pengamat ekonomi Jerman dalam bukunya yang berjudul The Fourth Industrial Revolution (2016). Ia memperkenalkan pandangan baru tentang apa yang sekarang kita kenal dengan istilah Revolusi Industri 4.0 dengan menegaskan bahwa hari ini kita telah menyaksikan terjadinya apa yang disebutnya sebagai a transformation of humankind, yakni bahwa revolusi secara fundamental mengubah cara kita hidup, bekerja dan berhubungan dengan orang lain.

Revolusi industri telah mengubah hidup dan cara kerja kita sehingga kita perlu menyadari bahwa teknologi dan digitalisasi akan merevolusi segalanya. Hari ini kita dapat menyaksikan dan merasakan bersama manfaat dan tantangannya. Dengan fenomena kehidupan yang demikian itu, perubahan bergerak cepat dan mengubah segalanya, termasuk diri kita sendiri sehingga sekarang kita juga harus siap menghadapinya. Kenyataannya bahwa setiap pemain industri hari ini membuka tangannya dan berkolaborasi dengan siapa pun untuk melebarkan pasar dan sayap bisnisnya guna mendapatkan hasil semaksimal mungkin. Maka setiap pelaku usaha hari ini ditantang untuk membangun program kreatif yang dapat mengakomodir kebutuhan pasar dengan perubahan karakter yang terus-menerus.