Tolong, Maaf, Terima Kasih (1)

0
64

Oleh    : Eko Harianto*

“Tolong, maaf, dan terima kasih” merupakan tiga kata yang sederhana, namun memiliki nilai pendidikan karakter yang sangat mendalam. Saat ini, kita mungkin prihatin dengan sikap anak-anak, remaja, bahkan mungkin orang tua yang sulit untuk mengucapkan ketiga kata tersebut. Sama halnya seperti kata “sabar” atau “ikhlas”, manusia secara lisan mudah dalam pengucapan, tetapi sulit dalam pelaksanaannya. Dan terkadang, tiga kata tersebut juga sulit dalam pengucapannya.

Pada kesempatan ini, saya hanya akan membahas tentang satu kata terlebih dahulu, yaitu kata “tolong”. Dalam perbuatan tolong tentu akan ada timbal balik yang diberikan, yaitu menolong.  Dan pastinya, dalam kehidupan di muka bumi ini setiap manusia pasti membutuhkan bantuan orang lain. Hal tersebut merupakan fitrah sebagai makhluk sosial. Kita tidak dapat cuek terhadap lingkungan di sekitar tempat kita tinggal. Salah satu contoh dalam hal pakaian yang kita pakai. Pastilah kita membutuhkan orang yang memintal kapas menjadi benang, dari benang di tenun menjadi kain, dari kain dijahit menjadi pakaian yang dapat kita pakai. Kita bisa melihat, ada berapa bagian yang harus kita lewati untuk memperoleh pakaian yang sudah jadi dan sesuai dengan selera kita?