Sejarah Kiai Ahmad Dahlan dalam dunia Jurnalistik

0
55

Oleh: Mu’arif*

Tidak banyak yang tahu kiprah KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, dalam dunia pers pergerakan. Bahkan, Buya Syafii Maarif pernah menegaskan bahwa sosok pendiri Muhammadiyah ini tidak pernah meninggalkan karya tulis, lebih mengutamakan aksi ketimbang teori. Betulkah demikian?

Wajarlah jika para peneliti Muhammadiyah menempatkan sosok Kiai Ahmad Dahlan sebagai seorang pragmatis. Namun, secuil informasi yang akan penulis sampaikan dalam artikel ini, setidak-tidaknya, akan mengubah persepsi terhadap sosok Kiai Ahmad Dahlan. Mengapa?

Sebab, Khatib Amin—jabatan fungsional Kiai Ahmad Dahlan dalam struktur Kepenghuluan Kraton Yogyakarta pada awal abad ke-20—justru mengisi struktur kontributor tulisan di majalah Medan-Moeslimintahun 1920-an.

Nama pendiri Muhammadiyah ini juga secara eksplisit tertera dalam struktur redaksi Suara Muhammadiyah tahun 1915. Berperan sebagai kontributor atau redaktur media massa, sudah barang tentu Kiai Ahmad Dahlan punya tugas untuk menulis.