Siti Umniyah, Perintis Taman Kanak-kanak Muhammadiyah

0
172

Oleh: Mu’arif*

Sejak tahun 1914, pasca peralihan jabatan Hoofdpenghulu dari Mohammad Khalil Kamaludiningrat kepada Mohammad Kamaludiningrat (Ahmad Adaby Darban, 2000: 41-43), gerakan Muhammadiyah mulai memasuki “Bangsal Priyayi”, karena kantor “Penghulu” sudah dapat dipergunakan sebagai wadah tablig.

Sebelumnya, Bangsal Priyayi adalah tempat yang tabu bagi masyarakat awam. Tetapi, setelah jabatan Kepala Penghulu dipegang oleh Kiai Sangidu (Mohammad Kamaludiningrat), Bangsal Priyayi menjadi tempat terbuka bagi umat Islam, bahkan menjadi sentra penggemblengan kader-kader mubalig Muhammadiyah.

Di Bangsal Priyayi inilah berlangsung kegiatan belajar khusus untuk anak-anak (Dirasatul Banat—salah satu departemen dalam Siswo Proyo Wanito), tepatnya di masa awal diselenggarakannya pendidikan khusus anak yang kemudian disebut Bustanul Athfal, yang dirintis, oleh, salah satunya, putri Kiai Sangidu.

Dialah Siti Umniyah binti Kiai Sangidu, salah seorang perintis Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal, lebih masyhur dengan nama TK ABA.