Guru yang Aktivis

0
39

Oleh: Diyah Puspitarini (Ketua Umum PP NA)

Guru yang juga menjadi aktivis adalah pilihan yang sulit, meski tidak rumit.

Sejujurnya, saya sudah memiliki model guru yang seperti ini, yaitu bapak. Sehingga tidaklah asing bagi saya dan justru berorganisasi tetap mengasah kapasitas saya yang lain selain mengajar.

Menjadi guru Bimbingan Konseling (BK) memang menyenangkan bagi saya, namun juga sekaligus menantang. Harus stand by di sekolah dari pagi sampai sekolah berakhir. Sementara, terkadang ada kegiatan organisasi yang tidak jarang bertabrakan.

Dan, saya beruntung bekerja di sekolah Muhammadiyah. Karena sejak dari awal, niat saya memilih menjadi guru Muhammadiyah agar tetap bisa aktif di Muhammadiyah. Dan saya pun juga bersyukur memiliki kepala sekolah yang juga aktifis Muhammadiyah, sehingga memahami aktifitas saya dan beliau juga sering memberikan ijin untuk mengikuti muktamar, pelatihan perkaderan, dan Tanwir yang mengharuskan saya meninggalkan sekolah berhari-hari.