Hasad dan Buruk Sangka: Dua Sisi Penyakit Hati

0
69

Oleh: Eko Harianto*

Hasad dan buruk sangka merupakan dua penyakit hati yang idak asing lagi kita dengar. Hasad merupakan kata dari bahasa Arab yang berarti hasud, iri hati, dengki. Dalam pengertian umum yang berlaku di masyarakat, hasad lebih dikenal dengan istilah “hasud” atau “dengki”. Dengki atau hasad merupakan rasa atau sikap tidak senang atas kenikmatan yang diperoleh orang lain, dan berusaha untuk menghilangkan kenikmatan tersebut dari orang yang di dengki, baik dengan maksud agar kenikmatan itu berpindah kepada dirinya atau tidak. Pengertian lain dari dengki adalah keinginan seseorang untuk melihat kebangkrutan orang lain yang sudah sukses, kendati pelakunya tidak mampu mencapai kesuksesan (nikmat besar) yang sama seperti orang lain.

Buruk sangka juga berasal dari bahasa Arab yaitu Su’udlan. Su’, secara bahasa memiliki dua arti. Pertama, segala sesuatu yang buruk, kebalikan dari baik. Kedua, setiap sesuatu yang menghalangi manusia dari urusan-urusan dunia dan akhirat, baik berasal dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. Sedangkan kata dlan secara bahasa memiliki banyak arti, antara lain: ragu, tuduhan, perkiraan atau pengetahuan tanpa keyakinan, dan keyakinan itu sendiri.

Secara istilah su’udlan adalah mengira atau menyangka orang lain memiliki satu sifat buruk dan menuduhnya dengan segala kejelekan tanpa bukti. Berprasangka buruk wajib dilakukan terhadap orang yang melakukan kemaksiatan dengan terang-teranganm merintangi jalan kebaikan, dan tidak memiliki komitmen yang jelas dalam agama. Buruk sangka biasanya berupa tudingan seseorang tanpa didasarkan pada bukti yang mendukung kebenarannya.