Mendidik Siswa dengan Semangat Juang 45

0
11
Kegitan rutin sima’an secara bergilir agar siswa mampu membaca dengan baik dan benar sesuai tajwid

Oleh: Machdar R Dahuri

Di dalam dunia pendidikan, tak pernah terlepas dari sosok yang bernama guru. Orang Jawa menyebut guru berasal dari kata “digugu lan ditiru”. Slogan tersebut memiliki arti yang cukup mulia, yaitu seorang guru harus bisa dipercaya dan ditiru setiap hal yang positif dari dirinya, baik dari segi keilmuan yang dikuasainya hingga sikap dan etikanya di sekolah.

Guru adalah panggilan jiwa. Maka, profesi guru dihayati sedemikian rupa, dinikmati dengan segenap semangat pengabdian dan prestasi, sehingga sanggup mengalahkan godaan-godaan profesi lain yang secara materi lebih menjanjikan.

Seorang guru harus mau berfikir bagaimana seharusnya sistem pendidikan dibangun dan dikembangkan. Dan, pada dasarnya benar bahwa guru dapat diartikan sebagai orang yang tugasnya mengajar, mendidik dan melatih peserta didik. Untuk itu, tidak dapat dipisahkan bagaimana seorang guru harus mengajar saja. Atau, mendidik saja. Atau, bahkan melatih saja. Padahal ketiganya sama-sama menjadi bagian dari tugas guru.

Tentu juga hal ini tergantung pada bagaimana guru memaknai dirinya. Dengan demikian, guru harus selalu menanamkan pada dirinya tentang makna sejati seorang guru harus mengajar dengan hati, mengajar dengan penuh keikhlasan dan mengajar demi masa depan generasi penerus bangsa. Setelah tertanam kuat dalam diri guru, maka akan semakin terbentuk karakter guru yang memiliki semangat juang 45 dalam mendidik siswa.