Pantang Merepotkan Orang

0
12

Oleh: Erik Tauvani Somae

Sebelum menurunkan tulisan singkat ini, saya patut menyampaikan permintaan maaf kepada Buya Syafii Maarif, yang mungkin kurang berkenan, jika percakapan pribadi kami berdua “terpaksa” harus dibaca orang.

Alasannya sederhana saja: agar orang, terutama generasi muda, bisa mengambil pelajaran kepada sosok yang telah kenyang makan asam garam ini.

Beberapa waktu yang lalu, saya meminta Buya untuk menjadi pembicara seminar dalam rangka milad satu abad Mu’allimin-Mu’allimaat di Jakarta. Ternyata, Buya tidak bisa, karena fisik sedang tidak fit.

“Harus istirahat total, kemarelin muntah, semua kegiatan harus dihentikan, mohon tidak disampaikan kepada siapapun. Tadi malam nyaris diangkut ke RS. Isteri belum diberi tahu. Sekali lagi, mohon tidwk disampaikan. Sekarang ada 8 macam obat dan vitamin yang harus dimakan.” Maarif.

Pesan itu, Buya kirimkan via WA pada 25 Oktober 2018 saat sedang berada di Jakarta.