Islam dan Persaudaraan

0
22

Oleh: Abdur Rauf Ya’qub*

Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Islam adalah agama perdamaian, bukan agama yang menebarkan permusuhan. Oleh sebab itu, sebagai mukmin hendaknya kita senantiasa memegang teguh nilai-nilai ke-Islam-an itu dan berusaha menghindari sikap, ucapan, maupun tindakan yang dapat memicu perselisihan dan permusuhan, apalagi di internal umat Islam itu sendiri. Sebagaimana  dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

Dan berpegang-teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercera-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali-‘Imran/ 3: 103)

Ayat di atas mengingatkan kita akan betapa pentingnya menjaga tali persaudaraan. Persaudaraan adalah nikmat terbesar yang telah dianugerahkan Allah SWT yang mesti kita syukuri. Di saat yang sama pula, Allah SWT dengan tegas mengingatkan jangan sampai kita berpecah-belah. Oleh sebab itu, supaya perpecahan tidak terjadi, hendaknya kita bersatu-padu dan berpegang teguh pada tali Allah. Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka menerangkan bahwa yang dimaksud dengan “tali Allah” ialah Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.