Manajemen Cemburu

0
38

Oleh: Eko Harianto*

Dalam cinta dan mencintai tentu akan dihadapkan dengan berbagai macam godaan maupun permasalahan yang tidak akan pernah usai. Biasanya, cinta berhadapan dengan perasaan cemburu dari orang yang mencintai. Ada yang mengatakan bahwa cemburu merupakan bagian dari rasa sayang. Kalau tidak cemburu berarti tidak sayang. Apakah demikian dapat dijadikan alasan? Untuk dapat menata diri dari rasa cemburu diperlukan sekali ilmu manajemen. Ingat! Cemburu dan cinta yang membabi buta justru akan menjadi permasalahan yang baru dalam kehidupan kita semua.

Lalu apakah arti dari MANAJEMEN CEMBURU? Kalau mendengar kata “manajemen” tentu bukan merupakan kata yang asing bagi teling kita. Seperti halnya cinta, cemburu juga termasuk fitrah yang dimiliki oleh setiap manusia. Cemburu menurut Qadhi Iyadh adalah perubahan hati yang diikuti dengan munculnya kemarahan karena ada campur tangan dalam satu hal yang menjadi hak mutlak. Rasa cemburu berpangkal dari suatu semangat yang menggelora yang menjadikan seseorang tidak senang atau benci terhadap orang lain yang mencampuri urusan pribadinya.

Sementara M. ‘Utsman Najati berpendapat bahwa cemburu merupakan emosi yang membuat hati manusia resah dan benci serta muncul apabila seseorang merasa jika orang yang dicintainya mengarahkan perhatian atau cintanya kepada orang lain, bukan pada dirinya. Unsur dari emosi cemburu ini merupakan emosi ganda. Sebab didalamnya sering dibarengi emosi yang lain seperti marah, benci, dengki, dendam, dan keinginan untuk menyakiti orang yang menyebabkannya cemburu.