Yogyakarta Perlu Miliki Tempat Ziarah dan Bersejarah bagi Siswa Sekolah Muhammadiyah

0
47

YOGYAKARTA — Sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dengan visi menjadi universitas yang diakui secara internasional dan berlandaskan pada nilai-nilai ke-Islaman, UAD terus mengembangkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) agar menjiwai seluruh warga universitas dalam menjalankan aktivitasnya.

Pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai AIK melalui matakuliah yang ada di dalam kurikulum maupun kompetensi pelaksanaannya menunjukkan hasil yang baik.

Hal itu dikatakan Mendikbud RI, Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP, dalam pidato ilmiah Milad ke-58 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta di Amphitarium Lantai 9 Kampus 4 Jl Ahmad Yani, Ring Road Selatan, Bantul, Sabtu (29/12/2018), yang dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir, MSi, Ketua BPH UAD Prof Dr H Yunahar Ilyas, Lc, MAg, Wakil Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Nurrochman Hadjam, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V, Bupati Sleman, Wabup Kulon Progo dan Wabup Gunung Kidul.

Bagi Muhadjir, Yogyakarta sebagai tempat kelahiran Muhammadiyah, perlu memiliki tempat ziarah atau tempat bersejarah untuk siswa sekolah Muhammadiyah, yang hal itu akan memperkuat pelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.