UMY Perangi Politik Uang

0
5

YOGYAKARTA — Praktik politik uang menjadi masalah yang sangat serius, mulai dari pemilihan kepala desa hingga Pemilihan Umum (Pemilu) untuk calon eksekutif atau legislatif. Politik uang pun bisa menyebabkan perpecahan pada masyarakat. Untuk itu Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo mendeklarasikan diri menjadi Desa Anti Politik Uang, Minggu (20/1) Di Balai Desa Hargomulyo yang dihadiri Wakil Rektor UMY, Ketua Bawaslu RI, Ketua Bawaslu DIY, Perwakilan Partai Politik, dan berbagai Organisasi Masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI).

Wakil Rektor UMY Bidang Kerja Sama dan Internasional, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. mengungkapkan bahwa politik uang sudah menjadi masalah yang akut. Oleh karena itu, pendidikan politik yang baik harus dilakukan oleh berbagai pihak salah satunya perguruan tinggi. “Kampus harus memberi pencerahan kepada masyarakat bagaimana politik yang baik itu. Karena keadan politik saat ini diperparah dengan penggunaan uang sebagai cara untuk mencari suara mulai dari pemilihan kepala desa hingga ke atas. Walaupun sepertinya agak sulit tetapi harus terus kita lakukan penyadaran tentang anti politik uang,” ujarnya saat ditemui pada sela-sela acara deklarasi.