Dosen dan Mahasiswa UMY Bantu Warga Terapkan 10 Indikator Pola Hidup Bersih Dan Sehat

0
2

BANTUL — Kesehatan merupakan nilai yang sangat mahal harganya, maka dari itu perlu adanya kesadaran tinggi untuk bisa menjaganya. Pola hidup bersih dan sehat harus diterapkan untuk mencegah berbagai penyakit dan menciptakan lingkungan yang asri, yang memiliki 10 indikator untuk dijalankan. Masyarakat Indonesia secara umum masih banyak ditemui yang belum memiliki kesadaran tinggi untuk menerapkan pola hidup sehat dan bersih, seperti yang terjadi di Dusun Daleman Desa Girikerto, Turi Sleman, Yogyakarta.

Dusun Daleman terdiri dari 3 kampung yaitu, Somoitan, Ponosaran Lor dan kampong Daleman. Jumlah penduduk di wilayah Daleman sekitar 631 jiwa, 211 KK. Tapi sebagian dari mereka masih belum menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Menyadari itu, KKN PPM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang merupakan bentuk kombinasi pengabdian dosen dan mahasiswa, datang ke Dusun Daleman khususnya kampong Sosmoitan untuk membantu menyukseskan program Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) yang memang sedang digalakkan oleh Depkes RI yang dikenal dengan Indonesia Sehat.

Permasalahan PHBS di wilayah Daleman hampir sama dengan permasalahan PHBS pada umumnya. Depkes RI menyatakan dalam perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terdapat 10 indikator yakni persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi ASI eksklusif, menimbang bayi dan balita, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap hari dan tidak merokok di dalam rumah.