BENGKULU, SOEKARNO DAN MUHAMMADIYAH: Bagaikan sebuah Mata Rantai yang Tidak Bisa Diputuskan

Pergaulan dan aktivitas Soekarno bersama Muhammadiyah di Bengkulu sempat dipertanyakan oleh pemerintah Hindia Belanda. Oleh karena dalam status pengasingannya, mengapa justru status Soekarno sebagai tahanan aktif dalam Muhammadiyah? Tapi, inilah yang menjadikan semangat Soekarno ketika di Bengkulu tetap terjaga meski dalam status pengasingan.

Berada di rumah ini, kita bisa membayangkan relasi Soekarno dengan Fatmawati dan ayahnya. Rumah mereka berdekatan. Dan sepertinya bisa ditempuh lewat jalan pintas. Di rumah itu tersimpan peninggalan Soekarno, termasuk buku-bukunya dan pakaian-pakaian teater Soekarno ketika di Bengkulu.

Ya, buku-buku Soekarno memang merupakan buku babon. Sehingga tidak heran pemikiran-pemikiran Soekarno melampaui zamannya pada saat itu.

Rumah itu sangat asri sehingga bisa dipastikan bahwa pemerintah Hindia Belanda sangat memperhitungkan Soekarno sehingga dia tidak diberi rumah yang asal-asalan.