BENGKULU, SOEKARNO DAN MUHAMMADIYAH: Bagaikan sebuah Mata Rantai yang Tidak Bisa Diputuskan

Koleksi yang ada di rumah itu tertata rapih, meski konvensional tanpa ada sentuhan teknologi. Namun karena rumah itu sendiri merupakan koleksi yang sangat penting, maka rumah pengasingan ini menjadi sebuah memorabilia gerak Soekarno di Bengkulu dalam konteks kebangsaan dan kemuhammadiyahan.

Bengkululah yang membentuk jiwa Muhammadiyah pada diri Soekarno. Pengalamannya berada dalam satu frame dengan KHA Dahlan di Surabaya ketika zaman mudanya, interaksi dengan Hasan Din dan tokoh-tokoh Muhammadiyah Bengkulu, menjadikan Soekarno mantap memahami Muhammadiyah sebagai paham keagamaannya.

Soekarno sebagai tokoh bangsa harus ditampilkan secara khusus di Museum Muhammadiyah untuk bisa menggambarkan kontribusi nyata Muhammadiyah dalam kebangsaan yang diperankan oleh Soekarno. Bengkulu, Soekarno dan Muhammadiyah bagaikan sebuah mata rantai yang tidak dapat diputuskan begitu saja dan tercatat dalam sejarah perjuangan negeri ini. (Hj Widiyastuti, SS, M.Hum)