Cinta Nabi Harga Mati

0
14

Oleh: Muhammad Chirzin

Para rasul utusan Allah sepanjang sejarah adalah manusia biasa. Mereka makan, minum, tidur, kawin, dan berkeluarga, serta hidup bergaul di masyarakat, kemudian mati. Para rasul Allah memiliki kesamaan tugas, yaitu memimpin manusia untuk mengenal Tuhan dan beribadah kepada-Nya serta menuntun hidup menjadi manusia yang berakhlak mulia.

Rasul-rasul yang Kami utus sebelummu, mereka memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Kami jadikan satu dengan yang lain antara kamu sebagai cobaan. Dapatkah kamu bersabar? Tuhanmu Maha Melihat. (QS 25:20).   

Allah swt memilih para rasul dan mengaruniai keutamaan agar mereka kuat mengemban risalah dan menjadi teladan manusia. (QS 22:75-76).

Muhammad bukanlah ayah siapa pun di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi. Allah Maha Tahu atas segalanya. (QS 33:40).

Muhammad adalah Utusan Allah. Mereka yang bersamanya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, kasih sayang antara sesamanya. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud dalam shalat mencari karunia Allah dan ridha-Nya. Di wajah mereka ada tanda-tanda bekas sujud. Itulah perumpamaan mereka dalam Taurat dan perumpamaan mereka dalam Injil: seperti benih tanaman yang mengeluarkan tunas, kemudian bertambah kuat, lalu bertambah besar, dan tegak di atas batangnya; menyebabkan para penanam takjub bercampur gembira. Akibatnya orang-orang kafir jadi marah kepada mereka. Allah menjanjikan kepada orang-orang beriman dan mengerjakan amal kebaikan di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS 48:29).

Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya pun telah berlalu rasul-rasul. Apabila dia mati atau dibunuh kamu akan berbalik ke belakang? Siapa yang berbalik ke belakang, sama sekali takkan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi pahala kepada orang-orang yang bersyukur. (QS 3:144 ).

Ketika perang Uhud berkecamuk tersiar berita bahwa Nabi Muhammad saw mati terbunuh. Berita ini mengacaukan kaum muslimin, sehingga ada yang bermaksud meminta perlindungan kepada Abu Sufyan sebagai pemimpin kaum Quraisy. Sementara itu orang-orang munafik mengatakan bahwa kalau Muhammad seorang nabi, tentulah ia tidak akan mati terbunuh. Maka Allah menurunkan ayat ini untuk menenteramkan hati kaum muslimin dan membantah kata-kata orang munafik.