Refleksi Milad Ke- 55 Tahun, Gerakan IMM Harus Lebih Mencerahkan dan Membumi

0
13
Sumber : muhammadiyah.or.id.

BANTUL – Dalam rangka memperingati Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ke – 55 Tahun yang jatuh pada tanggal 14 Maret 2019, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Abdul Rozak Fakhruddin (PC IMM AR Fakhruddin) Kota Yogyakarta mengadakan acara “Refleksi Milad IMM ke – 55 tahun”, pada hari Senin (11/3), di Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Acara refleksi ini juga diisi oleh dialog bersama para tokoh IMM, seperti : Najih Prastiyo (Ketua Umum DPP IMM), Gintoro (Ketua Fokal IMM UMY), dan Makhrus Ahmadi (Alumni IMM dan Penulis Buku Geneaolgi Kaum Merah).

Mengusung tema : “Cerahkan Pikiran, Pancarkan Kedewasaan dan Ciptakan Kader Berkemajuan”, Raihan Ibrahim Annas, selaku Ketua Umum PC IMM AR Fakhruddin Yogyakarta, menjelaskan bahwa tema tersebut merupakan hasil buah pikiran dari para kader IMM di UMY yang baru saja mengikuti DAD tahun lalu, “Para kader IMM di sini mampu membaca keresahan yang ada di dalam tubuh ikatan ini. Di usia yang ke – 55 tahun ini, ada banyak tantangan yang dihadapi IMM, baik internal maupun eksternal, sehingga kita harus lebih banyak bergerak pada tatanan gerakan yang praksis, bukan hanya sekedar diskusi”, ujarnya.

Kemudian, hadir pula DPD IMM DIY yang diwakili oleh Sekretaris Umum Azwar Kholid, “Kita harus merefleksikan dan merenungkan kembali tujuan IMM yang sebenarnya di masa mendatang. Apa itu kader berkemajuan? kader yang siap dan berani menghadapi tantangan dan kondisi zaman dengan keilmuan”, cetusnya.

Dalam acara dialog tersebut, Gintoro turut mengapresiasi perjuangan Cabang dalam memberdayakan kader IMM di luar Perguruan Tinggi Muhammadiyah serta mengimbau agar perjuangan tersebut harus semakin aktif dan masif, ” Teman – teman cabang harus aktif dan memberikan perhatian kepada komisariat yang berada di luar PTM, karena perjuangannya di luar PTM sangat luar biasa, hal tersebut bisa menjadi potensi bagi IMM ke depan”, katanya.

Lalu, Najih Prastiyo yang juga turut sebagai narasumber menjelaskan beberapa hal yang haruss dikuasai kader para kader agar IMM bisa menghadapi revolusi industri 4.0 ini, “Ada tiga hal yang harus dikuasai oleh seluruh kader IMM hari ini, yaitu : Menguasai teknologi, berjiwa enterpreneur, dan empati. Tiga hal tersebut yang harus menjadi kunci utama selain budaya literasi, bagi kader IMM untuk dapat menghadapi revolusi industri 4.0″, ujar pria kelahiran Lamongan tersebut.

Kemudian, narasumber selanjutnya yaitu Makhrus Ahmadi memberikan pandangan untuk refleksi Milad IMM pada tahun ini, “IMM pada tahun ke- 53 ini harus bisa memperkuat basis kompetensi, niat dan tujuan ikatan, serta berkomunitas dengan masyarakat luas”, cetus pria alumni UMY ini. Sebagai closing statement, dia berharap agar IMM tidak hanya di menara gading, tetapi juga menginjak tanah. Artinya gerakan IMM harus bisa membumi supaya bisa mencerahkan untuk masyarakat. (dz)