Indonesia Perlu Perkuat Hubungan Internasional

0
2

BANTUL — Dalam bernegara suatu negara tidak bertahan sendiri, terutama pada era revolusi Industri 4.0 yang menyebabkan dunia terasa sempit. Akibat dari hal tersebut dunia internasional berubah secara politik, ekonomi, sosial dan tentu dalam teknologi digital. Oleh karenanya hubungan internasional suatu negara menjadi hal yang penting, agar dapat bertahan dan memperoleh kesejahteraan. Begitu pula dengan Indonesia, yang juga dirasa masih perlu memperkuat hubungan internasionalnya, salah satunya melalui sektor penelitian dan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Purwanto Subroto Ph.D Kasubdit Kerjasama Perguruan Tinggi Direktorat Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi DITJEN Kelembagaan IPTEK DIKTI, dalam acara Workshop International Curriculums, International Accreditation & Launching Double Degree Programs, Magister Ilmu Pemerintahan Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung KH Ibrahim E6 lantai 5 Kampus Terpadu UMY, pada Jum’at (5/4). I

“Dunia menjadi semakin dekat dengan kemajuan teknologi, seakan negara-negara seperti komunitas yang hidup berdekatan. Maka dari itu hubungan internasional memiliki peran penting untuk bisa menghadapi tantangan global. Negara-negara bekerjasama dalam suatu perjanjian hubungan internasional untuk menghadapinya. Pendidikan memiliki kekuatan yang besar untuk memperkuat hubungan internasional Indonesia contohnya dengan melakukan kerjasama antar universitas seperti, student exchange, summer school, international seminar, beasiswa internasional, joint degree, double degree dan lainya. Ini juga merupakan aspek penting dalam meningkatkan reputasi Indonesia di mata dunia,” jelas Purwanto.

Namun masih dikatakan oleh Purwanto, hal tersebut juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia. Pasalnya berdasarkan data Ristekdikti saat ini publikasi internasional yang diproduksi oleh universitas di indonesia sejak tahun 2000-2018 mencapai 20.610 publikasi. Ada 8.138 kolaborasi internasional dengan 3,686 kolaborasi yang aktif hingga sekarang sejak tahun 2010-2018. Kemudian 21.769 mahasiswa internasional dari tahun 2016-2018 serta 208 staf internasional dari tahun 2017-2018 dan pada tahun 2018 baru ada 3 universitas di Indonesia yang berada di top 500 universty berdasarkan QS WCR 2018. “Hal tersebut memang suatu prestasi dan pencapaian bagi negara kita, namun Indonesia masih perlu meningkatkan hal tersebut agar lebih diingat di dunia internasional,” ungkapnya.