Indonesia Menghadapi Darurat NAPZA

0
25

YOGYAKARTA — Peredaran narkoba yang marak di kalangan pemuda, khususnya pelajar dan mahasiswa saat ini perlu menjadi perhatian semua pihak. Hal tersebut menjadi inti dari acara “Sosialisasi Anti NAPZA”, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Djazman Al Kindi (PC IMM Djazman Al Kindi) Kota Yogyakarta, bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Yogyakarta, di Auditorium Kampus 1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, pada hari Selasa (08/04), pukul 18.00 wib. Dalam acara tersebut, hadir dua narasumber, yaitu Eko Prasetyo, seorang konselor anti- NAPZA, dan Akhid Widi Rahmanto, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta.

Eko Prasetyo dalam paparannya menjelaskan tiga sifat khas dari narkoba, “Yang pertama adalah habitual, pengguna terus memakai dan merasa akrab dengannya (narkoba). Kedua adalah adiktif, artinya pengguna akan merasa sakaw. Susah dipisahkan dan apabila dipisahkan akan timbul rasa sakit. Dan yang ketiga adalah toleran, tubuh pengguna terus menuntut dan dosisnya akan terus naik”, jelasnya.

Kemudian dia juga menjelaskan bahwa jika orang sudah terjerumus dalam narkoba, maka akan sulit untuk keluar atau sembuh, meskipun menjalani rehabilitasi, “Rehabilitasi bukan hal yang mudah, karena yang dihadapi adalah diri sendiri. Selain itu, tidak ada kata ‘sembuh’ setelah rehabilitasi, melainkan ‘pulih’, karena sulit bagi yang sudah pengguna untuk sembuh dari kecanduan”, lanjutnya lagi.