Prodi Akuntansi Harus Hadapi Teknologi Disruptif Dengan Cara Relevan

0
2

YOGYAKARTA — Kita telah memasuki era dimana semua informasi dapat diakses dengan mudahnya, karena dukungan teknologi dan jaringan internet yang semakin canggih. Kecanggihan teknologi tentu saja memiliki dampak positif dan negatif dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu perlu mempersiapkan diri dengan cara yang relevan dalam era teknologi disruptif. Hal itu telah merambat ke segala aspek, tak terkecuali akuntansi.

Untuk menghadapinya, Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar konferensi internasional (5th ICAF UMY 2019) tentang bagaimana cara menghadapi tantangan dan resiko di era teknologi disruptif dengan tema ‘Accounting Challenge and Risk of Disruptive Technology’ di Gedung KH. Ibrahim Lantai 5 Kampus Terpadu UMY, Selasa (9/4). Ada harapan besar di masa depan pelaku akuntan dapat memiliki motivasi untuk menciptakan perubahan dalam menghadapi teknologi disruptif.

Namun demikian, ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh profesi akuntan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, karena teknologi itu sedikitnya telah mengambil alih tugas akuntan. Seperti contoh kecilnya adanya mesin penghitung canggih, yang gunanya untuk meminimalisir kesalahan dari manusia. “Nilai sosial memang sangat berkurang sejak era teknologi disruptif, tenaga manusia mulai jarang digunakan dan lebih banyak dibebankan kepada teknologi. Sehingga harus ada cara tepat, kesadaran diri, dan punya aksi nyata.” kata Prof. Dr. Maliah Bt. Sulaiman, dari International Islamic University Malaysia.