Ketua PP Muhammadiyah : Abad ke 2 Muhammadiyah Sebagai Gerakan Pencerah

0
5

BANTUL — Muhammadiya sudah berdiri dan merespon berbagai macam perubahan dan perkembangan zaman 1 abad lamanya, dalam kurun waktu tersebut Muhammadiyah sebagai bentuk gerakan Islam berkemajuan telah banyak berpengaruh dalam kehidupan. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengatakan, Muhammadiyah akan memasuki abad ke-duanya oleh karena itu beliau mengingatkan Muhammadiyah perlu memperkuat prinsip-prinsip Muhammadiyah sebagai gerakan pencerahan untuk umat. “Muhammadiyah memasuki fase baru yaitu abad ke-2, yang bisa jadi banyak yang berubah di masa ini dan masa depan nanti dan hal tersebut belum ­tercover oleh pemikiran Muhammadiyah generasi terdahulu,”jelas Haedar.

Menurut Haedar posisi konsep risalah pencerahan gerakan Muhammadiyah lahir agar kita faham dalam membingkai gerakan Muhammadiyah dalam menghadapi dinamika internal, nasional maupun dinamika global. Selain itu, juga meneruskan gerakan pembaharuan Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan. “Gerakan pencerahan ini mampu menyambung mata rantai yang terputus dari Ahmad Dahlan yang dulu menggunakan kata kemajuan,” terangnya dalam tausiyah pada acara Pengajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1440 H/2019 M yang bertajuk: Risalah pencerahan dalam Kehidupan Keumatan dan Kebangsaan, yang membahas tentang risalah pencerahan berdasarkan tinjauan teologis, ideologis, dan praksis pada Kamis (9/5) di Aula lantai dasar Masjid KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Pencerahan diambil dari kata tanwir, menurut Haedar kata tersebut memiliki makna nur yang berarti cahaya dan nar yang berarti api yang memercikkan cahaya juga rakyu yang bermakna akal pemikiran. Pencerahan Muhammadiyah dalam konteks gerakan, teologis dan ideologis memiliki landasan bahwa Islam sebagai agama peradaban. “Islam sebagai din al-tanwir (agama pencerahan)” terangnya.  Gerakan Pencerahan ini penting bagi masyarakat di zaman ini yang memiliki kerinduan dan haus akan nilai-nilai agama yang yang meneguhkan. “Muhammadiyah sebagai api pencerah harus bisa menjawab kebutuhan umat yang kembali kepada agama. Memberi keteduhan juga kepastian dan pencerahan dalam menghadapi masa depan. Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah pencerahan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih utama memiliki komitmen kuat untuk Islam sebagai agama yang mencerahkan,” ungkap Haedar lagi.