Pengajian Ramadhan PWM DIY: Beragama yang Mencerahkan di Era Digital

0
21

YOGYAKARTA — Warga Muhammadiyah harus menjadikan momentum Ramadhan ini untuk menjernihkan akal dan qalbu supaya kembali ke fitrah.

“Puasa itu adalah imsak, menahan dan melatih diri. Puasa harus bisa menjadi sarana mendidik jiwa untuk meninggalkan sifat-sifat tercela,” kata Haedar Nashir di depan peserta Pengajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad (19/5/2019) di Kampus Utama Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jl Jenderal A Yani, Ring Road Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan soal beragama yang mencerahkan membangun keadaban di dunia digital.

Beragama yang mencerahkan, menurut Haedar Nashir, harus berangkat dari nilai-nilai fundamental Islam tentang membangun peradaban.

“Nilai-nilai keadaban Islam itu disebut dengan akhlak atau etika,” tandas Haedar Nashir

Bagi Haedar, fenomena dunia digital telah mengubah pola hidup manusia. “Dunia digital pada akar epistemologinya lahir dari dunia masyarakat modern yang sehari-harinya dipengaruhi oleh instrumen yang paling dominan berbasis digital,” terang Haedar.

Kita sekarang berada di era revolusi industri 4.0, bahkan sudah mulai memasuki era 5.0. “Kehadiran teknologi digital banyak memberi konstribusi bagi kehidupan kita,” papar Haedar.

Teknologi digital telah mengalami perkembangan sangat pesat. Benda-benda digital dibekali dengan kecerdasan buatan (artificial intelligent).