I’tikaf Jurnalistik: Berniat Ibadah dan Berdakwah saat Menulis

0
17

YOGYAKARTA — “Tidak semua yang manusia pikirkan bisa diwakili oleh bahasa verbal. Bahasa tulisan lebih tenang, mengalir, jujur, dan bisa diakses lebih banyak orang. Menulis tidak harus langsung dimuat di koran nasional, tapi mulailah menulis sendiri misal di blog dan Facebook. Kemudian, bisa diviralkan lewat kelompok-kelompok pengajian. Berangkat dari kalimat sederhana, misalnya saja tulisan ‘hidup itu indah’, artinya menghargai dan memaknai hidup itu indah dalam sebuah tulisan. Manfaatnya banyak dan bisa luar biasa,” ujar Dr. H. Robby H. Abror, M. Hum.

Robby yang hadir saat itu dalam acara I’tikaf Jurnalistik, merupakan Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY. Tujuan dari acara ini yaitu untuk mengenalkan dan melatih jurnalistik untuk aktivis Muhammadiyah. Sederhananya, dakwah dengan menulis.

I’tikaf jurnalistik sudah dua kali diselenggarakan. Sebelumnya kerja sama dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Namun, karena pengurus IMM UAD sudah pulang, jadi kali ini bekerja sama dengan MPI PWM DIY dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) DIY.