Belajar Islam Harus Menyeluruh

0
5

BANTUL — Islam di Indonesia memiliki dua organisasi besar yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Namun fenomena di Indonesia ketika ada dua organisasi, satu sama lain menganggap bahwa mereka adalah yang terbaik. Namun bagi sebuah institusi pendidikan, haruslah disikapi dengan bijaksana apalagi oleh seorang peneliti, karena Islam harus dipelajari secara menyeluruh.

Menurut Prof. Nelly van Dorn Harder dari Wake Forest University Amerika Serikat, yang mengaku sudah beberapa kali datang ke Indonesia untuk meneliti tentang Islam. Dia mengungkapkan bahwa seorang peneliti atau orang berpendidikan harus memiliki pandangan luas bukan terbatasi oleh salah satu ilmu saja. Hal itu ia sampaikan dalam seminar internasional program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan tema ‘Social Science, Religion, and Humanities’ di Ruang Amphiteathre Lantai 4 Gedung Pascasarjana JK School of Government Kampus Terpadu UMY, Jumat (5/7).

“Ketika Anda belajar di lingkungan Muhammadiyah, jangan ragu untuk mempelajari apa yang ada di Nahdlatul Ulama. Apalagi masih satu agama, karena bagi seorang researcher haruslah memiliki kacamata yang gunanya untuk memiliki pandangan luas bukan untuk membedakan tapi menangkap pelajaran yang baik dari kedua organisasi tersebut,” ungkap van Dorn Harder.

Pembahasan tentang agama terutama Islam semakin hangat ketika Assoc Prof. Bilveer Singh, Ph.D. yakni dosen National University of Singapura memaparkan pandangannya tentang Religion and Radicalism. Dia menyebut radikalisme terjadi karena ada sekelompok orang yang haus akan kekuasaan.