Sosiolog Harus Berikan Solusi Untuk Tanah Air

0
5

BANTUL — Suasana perpolitikan Indonesia sempat mengalami pergolakan yang cukup hebat, hingga mengakibatkan beberapa konflik. Oleh karena itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. menyampaikan bahwa para ilmuwan harus dapat memikirkan kemajuan bangsa bersama berbagai pihak. Hal itu disampaikan pada sarasehan Ikatan Sarjana Sosiologi (ISI) Wilayah Yogyakarta yang bekerjasama dengan Program Doktor Politik Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada (8/7) di Kampus Terpadu UMY.

Dalam pidatonya, Haedar menyeru kepada para sosiolog untuk bisa bekerjasama dan menawarkan hal baru yang sangat berguna bagi Tanah Air. “Para pakar Sosiologi perlu tampil untuk ikut menawarkan suatu perubahan untuk bangsa ini. Dengan ilmu perspektifisme, seorang sosiolog mampu melihat beragam persepektif untuk menjelaskan berbagai isu-isu kebangsaan kita. Agar orang tidak bersumbu pendek dalam melihat Indonesia. Silahkan untuk melakukan pendekatan dengan berbagai cara,” ungkapnya.

Haedar menuturkan ada dua hal yang terjadi di Indonesia sehingga menjadikan bangsa ini dalam kondisi yang gaduh. Pertama adalah menguatnya politik identitas tiap kelompok dan kedua faham radikalisme menjadi semakin kuat. “Belakangan kita disuguhkan oleh isu yang semakin mengeras. Pertama penguatan politik identitas, kemudian radikalisme juga menjadi isu yang berkembang di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Ia juga menmbahkan bahwa para sosiolog perlu mempelajari poin-poin dari positifisme dengan pendekatan interpretatif. Hal ini berguna untuk meberi pemahaman mengenai dasar perpolitkan di Indonesia. Selain itu, solusi pengenai permasalahan yang terjadi dapat terselesaikan dengan baik di masyarakat.