Farhan AR Fakhruddin: Memimpin dengan Teladan dan Pengorbanan

0
5

Oleh: Jamaludin Ahmad

Sehabis subuh, ustadz Rohyadi Anwar, Direktur SDI Bindatra RSIJ CP kirim WA ke saya, yang mengabarkan bahwa ustadz Farhan AR wafat.

Kami sekeluarga kaget karena tiba-tiba dapat kabar duka tanpa ada informasi bahwa beliau sakit.

Selama belasan tahun, kami sama-sama tinggal di Depok, Jawa Barat. Dan selama belasan tahun pula kami sama-sama berjuang melalui persyarikatan Muhammadiyah di Depok.

Pak Farhan ketua Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDM) Depok, sedangkan saya waktu itu seorang Pamen Polri yang bertugas di Polda Metro Jaya dan tinggal di Sawangan, Depok, tidak jauh dari Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammadiyah “Darul Arqom” Depok.

Ketika tugas di Polda Metro Jaya itulah saya sering mengunjungi pesantren tersebut dan kemudian bertemu dengan pak Farhan AR.

Waktu itu, Pesantren Darul Arqom kondisinya benar-benar sangat memprihatinkan. Pesantren yang pernah memiliki santri ribuan tersebut, kemudian tidak dikelola dengan baik sehingga menyebabkan pesantren Darul Arqom hampir jatuh ke tangan NII KW 9 pimpinan Panji Gumilang. 

Lama-kelamaan, pesantren ini betul-betul hancur dan tinggal beberapa puluhan orang santri yang tetap tinggal di pondok. Karena memang mereka sudah tidak punya siapa-siapa lagi, kecuali tetap tinggal di pesantren.

Dalam kondisi pesantren terpuruk inilah pak Farhan mengajak saya untuk membangun dan membangkitkan kembali pesantren Darul Arqom Sawangan.