Musycab III Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan Aisyiyah Malaysia

0
2

MALAYSIA — Bumi ini milik Allah SWT, terlepas dari batasan negara yang sifatnya artifisial. Oleh karena itu, pergerakan Muhammadiyah dan warganya harus meluas, mencakup masyarakat dunia. Maka, setiap aktivis Muhammadiyah seharusnya menjadi warga global atau global citizen.

Hal itu disampaikan oleh Prof Dr Dadang Kahmad, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ketika membuka Musyawarah Cabang (Musycab) III Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Malaysia di Kuala Lumpur, Ahad (13/10/2019), yang dihadiri 150 anggota PCIM-PCIA Malaysia.

Menurut Dadang Kahmad, paradigma global citizen ini menjadi penting. “Dalam rangka upaya internasionalisasi Muhammadiyah memasuki usianya di abad kedua ini,” kata Dadang Kahmad. Bagi Dadang Kahmad, peran PCIM dan PCIA menjadi krusial untuk mempersiapkan warganya menjadi warga global.

Selain mendengarkan paparan Ketua PP Muhammadiyah, peserta Musycab III juga mendengarkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode 2015-2019 dan menentukan kepemimpinan berikutnya.

Saat ini, di bawah naungan PCIM-PCIA ada 7 Ranting Istimewa Muhammadiyah dan 5 Ranting Istimewa Aisyiyah.