Pergolakan Gelombang Faham Demokrasi

0
2

BANTUL — Demokrasi menjadi sistem politik yang cukup banyak dipakai di berbagai negara untuk menjalankan roda pemerintahan. Berbagai negara berkembang pun turut mengadopsi sistem yang berasal dari barat tersebut. Namun negeri dimana demokrasi berasal, faham ini sendiri sedang tidak kondusif, salah satunya Amerika Serikat. Jika fenomena terus berlanjut, maka akan memberikan gelombang politik besar di seluruh dunia.

Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Bambang Cipto, M.A. menyebutkan saat ini kredibiltas demokrasi terancam ambruk. Hal ini disebabkan oleh bangkitnya partai-partai populis di kawasan Eropa, datangnya gelombang besar otoriterisme dan krisis demokrasi di Amerika Serikat. Kebangkitan ini ditandai dengan berakhirnya dominasi partai-kanan-tengah dan kiri-tengah sejak tahun 1998. Perlawanan publik terhadap para elit politik dan ekonomi yang mereka pandang hanya mengekspolitasi kehidupan rakyat kecil. Sementara itu, 80 persen generasi milenial di Amerika Serikat (AS) mendukung militer untuk mengambil alih negara.

“Demokrasi liberal AS gagal menghalangi terjadinya ketimpangan pendapatan yang parah. Selama 40 tahun gaji buruh megalami stagnasi, sementara 20 persen penduduk lainnya memiliki kekayaan yang meningkat pesat. Pada tahun 2019, hanya ada 17 persen masyarakat AS yang percaya bahwa pemerintahan berjalan dengan baik,” ujarnya saat mengisi seminar yang diselenggarakan oleh Magister Ilmu Hubungan Internasional (MIHI) UMY, Jumat (18/10) di Gedung Pascasarjana UMY.