Sumur Asa di Tanah Kering Wangon Serut Gedangsari

Penandatanganan prasasti bantuan sumur bor  dilakukan H. Budi Setiawan ST dari MDMC PP Muhammadiyah dan Teten Kustiawan dari Baitul Mal Bank Muamalah Yogyakarta, disaksikan  Camat Gedangsari, PCM Gedangsari, tokoh desa Serut, M Fauzan S.Hum (LPB PDM Sleman), Arief H, Sumarah, S.Pd, Arif Nur Kholis, dan Plt Kepala Desa Serut.

Budi Setiawan menandaskan, air sebagai sumber kehidupan disebutkan dalam Al-Qur’an. “Hal ini menunjukkan betapa Allah SWT mengatur kehidupan ini dengan sempurna terhadap makhluknya,” kata Budi Setiawan.

Pelajaran dan hikmah dari kekeringan kali ini, menurut Budi Setiawan, adalah bagaimana kita dituntun untuk berikhtiar mengatasinya. “Dan itu harus diwujudkan dengan kesyukuran serta tidak menjadikan kita kufur atas nikmat,” tandas Budi Setiawan.

Dikatakan Budi, air dari sumur bor ini untuk kemaslahatan umat dan jamaah di Serut yang jumlahnya mencapai 300 orang jiwa.

Sementara itu, Drs H Satmono Dadi dari PDM Gunung Kidul menyampaikan, warga Serut jangan ketinggalan juga untuk bersodakoh untuk menyempurnakan distribusi air sampai ke rumah masing-masing. “Karena ini juga menjadi kesempatan emas bersodakoh yang pahalanya terus mengalir,” kata Satmono Dadi. Dan upaya agar sumur bor ini bisa dikelola dengan bijak, dengan membentuk kelompok pengelola secara tertata agar manfaatnya semakin optimal.(*\)