Muhammadiyah Akan Selalu Ambil Bagian Demi Kemajuan Bangsa

BANTUL — Muhammadiyah telah menginjak usia yang ke-107 tahun, komitmennya dalam membangun bangsa sudah tidak diragukan lagi. Ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) telah tersebar dari ujung timur hingga barat Indonesia. Untuk itu, pada tahun ini Muhammdiyah mengambil tema “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir, M.SI menegaskan bahwa Muhammadiyah akan selalu mengambil bagian dalam kemajuan pendidikan guna mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Muhammadiyah lewat Kyai Ahmad Dahlan dan Nyai Dahlan serta generasi awal pada 107 tahun yang lalu telah menorehkan tinta sejarah keumatan dan kebangsaan, salah satunya dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. Mencerdaskan kehidupan bangsa bagi Muhammadiyah dan generasi awal gerakan ini memiliki fondasi pada nilai-nilai Islam dan tradisi Iqra’ yang menjadi wahyu pertama dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya saat menyampaikan pidato Milad Muhammadiyah ke-107, Senin (19/11) di Gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Haedar juga menenerangkan bahwa selain pentingnya pendidikan formal, pendidikan karakter juga menjadi satu hal yang sangat diperhatikan bagi masyarakat Indonesia. Ia menjelaskan bahwa cerdas memiliki makna tajam pikiran dan akal budi manusia. Usaha dalam mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya mempertajam akal pikiran dan akal budi manusia, tetapi juga kebudayaan dan lingkungan serta sistem dimana manusia itu hidup. Dalam hal ini, seorang manusia tidak hanya dapat membaca suatu hal menggunakan akal pikiran. Tetapi juga dengan hati serta budi manusia atau Tafakur, Tadabur dan Tasyakur.